Dia berujar, warna air kolam sering berubah, mulai putih seperti air leri, higga bewarna hijau.
Pemerintah Hindia Belanda membangun kamar mandi permanen yang masih kokoh hingga sekarang, tahun 1909.
Di kamar mandi itu, warga Banyumas dan sekitarnya kerap berendam.
Pakubuwono X disebut pernah merasakan kesegaran mata air ini.
"Setiap bulan syuro, dari Keraton Surakarta atau Keraton Cirebon kerap berziarah ke pemandian ini,"katanya.
Kesohoran Kalibacin tak lepas dari kandungan khasiat mata air tersebut.
Sejak ratusan tahun, mata air Kali Bacin dipercaya menjadi perantaraan penyembuhan berbagai penyakit.
Situs resmi Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Banyumas menyebut, setelah diteliti, mata air kali bacin mengandung mineral tinggi berupa belerang dan zinc.
Wajar saja, sejak dahulu kala, pemandian Kali Bacin kerap dikunjungi masyarakat yang mengeluhkan berbagai penyakit semisal gatal, rematik dan lainnya.
"Khasiatnya sudah terbuktikan banyak orang," kata Soma.
Pemandian Kali Bacin bukan hanya berarti bagi masyarakat sekitar.
Sarana berusia ratusan tahun itu menjadi bukti sejarah perkembangan Banyumas dari masa ke masa.
Karena itu, pemerintah menetapkan pemandian Kalibacin sebagai Benda Cagar Budaya.
Kini, saat pariwisata menjadi kebutuhan seiring pertumbuhan kelas menengah, Kalibacin dikembangkan untuk menarik wisatawan.
Cagar budaya dirawat untuk mempertahankan keasliannya.
Baca tanpa iklan