TRIBUNTRAVEL.COM - Seluruh staf restoran cepat saji di Pakistan ditangkap dan ditahan semalam karena menolak memberikan burger gratis kepada sekelompok oknum petugas polisi.
Total ada 19 staf gerai Johnny & Jugnu di Lahore yang ditangkap dan ditahan selama tujuh jam, menurut laporan DailyMail.
"Mereka mengurung tim kami, melecehkan mereka, mendorong mereka, semua hanya karena kami tidak memberi mereka burger gratis," kata staf restoran itu dalam sebuah pernyataan di Facebook.
Melansir laman Insider, Minggu (20/6/2021), para staf restoran bahakan tidak diberi waktu yang cukup untuk menutup dapur.
Baca juga: Menu Rahasia 6 Restoran Cepat Saji Ternama yang Jarang Diketahui Pelanggan
Penggorengan masih berjalan dan pelanggan dibiarkan menunggu pesanan, kata pihak Johnny & Jugnu.
Momen tersebut terkeam oleh kamera CCTV.
Tonton videonya di sini.
Rekaman CCTV menunjukkan restoran didatangi oleh petugas polisi.
Staf restoran mengatakan bahwa sebagian besar dari mereka yang ditangkap adalah anak muda, termasuk banyak mahasiswa.
Menyusul protes di kalangan penggemar, sembilan petugas polisi yang terlibat semuanya diskors.
"Tidak ada yang diperbolehkan mengambil hukum dengan tangannya sendiri. Ketidakadilan tidak akan ditoleransi. Semuanya akan dihukum," kata Inam Ghani, seorang pejabat senior polisi di wilayah tersebut.
Baca juga: Tolak Pakai Masker dan Teriaki Awak Pesawat Selama Penerbangan, Penumpang Ryanair Digiring Polisi
Baca juga: Viral Pria Tua Nekat Pukuli Anak Muda di Kereta, Polisi Turun Tangan
Pihak restoran menuliskan di Facebook bahwa insiden itu bukan pertama kalinya terjadi.
Menurut DailyMail, insiden terjadi sekira pukul 1 dini hari dengan 19 anggota staf dikurung di stasiun sepanjang malam.
Dua hari sebelumnya, piha restoran mengatakan bahwa petugas polisi telah masuk dan meminta burger gratis, namun ditolak.
Baca juga: Kisah Tragis Tyke, Gajah Sirkus yang Ditembak Mati Polisi
"Polisi mengancam manajer kamu dan pergi, mereka kembali keesokan harinya dan menyudutkan tim kami di lapangan dengan argumen tak berdasar, meminta untuk menutup resotran," ungkapnya.
Pihak restoran menambahkan bahwa manajer mereka ditahan pada 11 Juni 2021, sebelum oknum polisi 'mengosongkan' seluruh cabang dan membawa staf dapur mereka dan manajer lainnya.
"Mereka memaksa staf untuk meninggalkan semuanya apa adanya, meninggalkan dapur yang tidak dijaga, dengan penggorengan masih berjalan, pelanggan menunggu pesanan mereka. Mereka bahkan tidak mengizinkan siapa pun untuk menutup dapur atau melayani pelanggan," kata pihak restoran tersebut.
Pihak restoran ingin memastikan bahwa insiden pekan lalu adalah yang terakhir.
"Sangat umum bagi oknum polisi di sini untuk meminta makanan gratis," kata kepala eksekutif Johnny & Jugnu, Gohar Iqbal, kepada The New York Times.
"Tapi yang mengkhawatirkan, dalam kasus ini, tuntutan terus meningkat, memuncak pada insiden Jumat malam," imbuhnya.
Baca juga: Tak Terima Ruangannya Ternyata Tembus Pandang, Pasangan Ini Laporkan Hotel Bintang 5 ke Polisi
Baca juga: Curi Bayi Unta sebagai Kado untuk Pacarnya, Seorang Pria di Dubai Ditangkap Polisi
(TribunTravel.com/Mym)
Baca selengapnya soal artikel viral di sini.
Baca tanpa iklan