Penerbangan ini tidak menutupi kerugian yang ditimbulkan oleh operator bebas bea sejak penurunan perjalanan dimulai, tetapi mereka cukup membantu.
"Kontribusi dari penerbangan misterius memang kecil, tetapi lebih baik daripada tidak memiliki apa-apa," kata seorang analis kepada .
Maskapai dengan layanan lengkap Korean Air juga termasuk dalam tujuh maskapai yang menawarkan penerbangan tersebut.
Namun, beda halnya dengan maskapai bertarif rendah, mereka menyediakan penerbangan bebas bea yang lebih mumpuni.
Para penumpang membayar biaya mulai dari Rp 4-7 juta tergantung di mana mereka ingin duduk, dan mengambil barang bebas bea yang dipesan sebelumnya dalam perjalanan melalui bandara, sebelum menaiki salah satu penerbangan singkat dari Incheon International Airport.
"Penerbangan misterius adalah konsep yang menyegarkan. Namun, sejujurnya saya rasa saya tidak akan memesan penerbangan jika tidak ada manfaat belanja bebas bea," kata salah seorang penumpang Korean Air.
Baca juga: Jangan Dilanggar! Hindari Konsumsi Minuman Bersoda hingga Popcorn di Pesawat
Penampakan Pesawat Misterius di Antartika, Terkubur Usai Kena Badai Dahsyat
Selain penerbangan misterius, belakangan traveler juga dibikin penasaran dengan adanya penampakan pesawat yang misterius di Antartika.
Pesawat yang kemudian diketahui merupakan Lockheed C-121 Constellation ini terbengkalai sejak tahun 1970 setelah melakukan pendaratan darurat.
Pesawat bernama Pegasus ini terkubur di kawasan Antartika.
Dilansir dari Simple Flying, saat itu pesawat dalam perjalanan pulang pada 8 Oktober 1970.
Pesawat yang merupakan bagian dari Skuadron VX-6 Angkatan Laut Amerika Serikat ini berangkat dari Bandara Christchurch (Selandia Baru) selama 10 jam 30 menit ke Antartika.
Di dalam pesawat ada 80 orang yang terdiri dari 12 awak dan 68 penumpang.
Sebanyak 12 awak tersebut termasuk komandan, dua co-pilot, dua navigator, dau insiyur penerbangan, seorang operator radia dan dua loadmaster.
Saat itu pesawat Lockheed C-121 Constellation (Connie) sedang menuju ke Stasiun McMurdo ketika menghadapi badai yang dahsyat.
Baca tanpa iklan