TRIBUNTRAVEL.COM - Saat cuaca panas, minum segelas air ditambah es batu membuatnya terasa nikmat.
Namun, tahukah kamu dari mana tren minuman diberi es batu berasal?
Rupanya es batu memiliki sejarah panjang dalam dunia kuliner dan budaya makan di berbagai negara.
Ide membuat es batu dulunya berasal dari Amerika, sebelum akhirnya es populer di negara lain.
Traveler tentu pernah memperhatikan kebiasaan orang Amerika mengisi gelas mereka penuh es batu baru diisi minuman, bukan?
Baik di film maupun kehidupan nyata, kebiasaan mengisi gelas penuh es batu baru mengisi minuman cukup lazim di Amerika.
Sementara orang Eropa khususnya Inggris, mereka umumnya minum minuman tidak dingin atau suhu kamar.
Di Amerika Serikat, orang memiliki lemari pendingin khusus es batu.
Baca juga: Mau Bikin Saus Cajun Ala BTS Meal McDonalds, Ikuti Resepnya Ini Yuk!
Baca juga: Jangan Dilanggar! Hindari Konsumsi Minuman Bersoda hingga Popcorn di Pesawat
Baca juga: 10 Hal yang Penting Dihindari di Pesawat, Termasuk Minum Kopi dan Teh Panas
Lain halnya dengan Inggris, mereka biasanya menyediakan air keran hangat.
Dikutip TribunTravel dari laman Reader's Digest, tradisi ini rupanya sudah ada sejak abad ke-19.
Sudah umum bagi warga Amerika memiliki kota es di rumah.
Es didistribusikan dari Amerika Utara atau Kanada, dikirim melintasi Atlantik dan dijual dengan harga tinggi di departement store Inggris.
Dulu, menambahkan es ke minuman hanya jadi tren bagi orang kaya di Inggris.
Mereka menambahkan beberapa balok es batu ke dalam sampanye dan menyesap minuman dingin di pesta kalangan atas.
Namun, tren itu akhirnya memudar seiring berjalannya waktu, terutama karena es harganya terlalu mahal.
Baca tanpa iklan