Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Jangan Dilanggar! Hindari Konsumsi Minuman Bersoda hingga Popcorn di Pesawat

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Kurnia Yustiana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi meja lipat di pesawat.

Kamu mungkin akan menyesalinya jika kamu baru saja didiagnosis menderita asma dan tidak terlalu mengenal pemicunya.

Buah kering mengandung sulfit, yang bisa memicu serangan, menurut artikel penelitian di jurnal Gastroenterology and Hepatology from Bed to Bench.

Tingkat oksigen yang lebih rendah dapat memperburuk masalah pernapasan, menurut Asosiasi Medis Aerospace .

4. Kopi

Secangkir kopi menghasilkan 475 miligram kafein yang dapat membuat kamu sering buang air selama berada di pesawat.

Sebuah studi tahun 2017 dalam jurnal Frontiers in Nutrition menemukan bahwa 6 miligram kafein per kilogram berat badan (408 miligram untuk orang seberat 150 pon) dapat bertindak seperti diuretik, yang menyebabkan hilangnya cairan, natrium, dan kalium.

Kandungan kafein ini juga dapat menyebabkan gejala seperti sakit kepala atau kram otot, menurut Mayo Clinic.

5. Keju Biru

Keju biru bisa menjadi masalah bagi seseorang yang alergi susu.

Tempat terakhir yang ingin kamu ketahui apakah kamu akan bereaksi adalah di ketinggian 35.000 kaki.

Kabin bertekanan, tetapi lingkungannya masih mirip dengan udara di ketinggian 6.000 hingga 8.000 kaki.

Tingkat oksigen yang lebih rendah itu berarti individu dengan penyakit pernapasan sangat rentan, menurut Asosiasi Medis Aerospace.

Ditambah, gejala terkait perut bisa menjadi masalah yang lebih besar jika turbulensi membuat kamu tetap duduk dan jauh dari kamar mandi.

6. Kacang dan Selai Kacang

Kacang adalah makanan ringan yang praktis, tetapi kamu akan kelaparan jika pramugari mengumumkan bahwa seseorang di pesawat memiliki alergi kacang yang parah.

Halaman
1234