Salah satu pihak yang aktif membudidayakan bunga edelweis ini yakni Balai Besar TNBTS.
Sejak 2006 Balai Besar TNBTS terus mengembangkan budidaya bunga edelweis.
Hal ini diungkapkan oleh M Wahyudi, Kepala Bidang Teknis Konservasi TNBTS, dilansir TribunTravel dari Surya Malang.
Dia mengatakan, semakin tahun, Bunga Edelweiss keberadaannya semakin memprihatinkan.
Sejak saat itu, budidaya Bunga Edelweis dicoba untuk ditanam di luar kawasan konservasi.
"Sudah sejak lama kami terus mengembangkan penanaman Edelweiss. Karena setiap ada upacara adat Suku Tengger, mereka meminta Bunga edelweiss. Takutnya akan berkurang dan habis. Sejak 2007 kami coba menanam di Desa Wonotoro dan Ranu Regulo. Tapi belum berhasil," papar Wahyudi dalam Sambung Rasa TNBTS di Aula Bromo Permai, Probolinggo, Selasa (31/1/2017).
Secara fisik edelweis alami dan edelweis budidaya memiliki perbedaan yang cukup mencolok.
Bunga edelweis hasil budidaya terlihat lebih gemuk dan subur dibandingkan bunga yang tumbuh liar.
10. Pernah jadi gambar perangko
Di tahun 2003, bunga edelweis pernah dijadikan sebagai gambar perangko oleh Pos Indonesia.
11. Bunga Edelweis ada di luar negeri
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, edelweis juga tumbuh di luar negeri.
Bunga Edelweis yang ada di luar negeri disebut dengan Leontopodium Alpinum.
Meskipun sama-sama edelweis, namun berbeda dengan edelweis yang ada di Indonesia.
Bunga edelweis di luar negeri bahkan menjadi bunga nasional Austria.
12. Pernah jadi judul lagu
Fakta terakhir mengenai bunga edelweis yakni Bunga edelweis pernah menjadi judul sebuah lagu yang dinyanyikan dalam film The Sound of Music pada 1965.
Judul lagu tersebut yaitu 'Edelweiss'.
Tonton juga:
Baca juga: Wisatawan di Klaten Jatuh ke Jurang saat Nge-vlog Sambil Berjalan Mundur
Baca juga: Pria Nekat Lompat dari Tebing Tinggi, Kepala Terbentur Perahu Wisata & Tewas
(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)
Baca tanpa iklan