Penelitian ini belum ditinjau oleh rekan-rekannya, tetapi Guest menyesali bahwa pihak berwenang belum terlibat secara serius dengan penggunaan anjing di dunia nyata.
"Sangat membuat frustrasi karena ini adalah sesuatu yang dapat mengubah banyak hal dengan cepat, tetapi saya pikir selalu ada keraguan ketika anjing menjadi biosensor," katanya.
Dia mengakui bahwa ada masalah seputar meningkatnya penggunaan anjing jika digunakan sebagai biosensor.
Namun, Guest mengatakan bahwa masalah ini dapat diatasi dengan penempatan strategis "dalam situasi di mana ada risiko besar untuk mengidentifikasi individu yang posifit".
Sehingga, secara signifikan dapat terlindung dari varian baru.
Baca juga: Semut, Anjing hingga Kucing, 5 Hewan Ini Bisa Deteksi Bencana Alam Karena Instingnya yang Tajam
Baca juga: Arkeolog Temukan Kerangka Balita dan Anjing di Makam Kuno Berusia 2.000 Tahun
(TribunTravel.com/Mym)
Baca tanpa iklan