Gara-gara video minuman yang 'rumit' itu, banyak orang ingin memesan sehingga menyulitkan barista Starbucks.
"Pesanan ini membuat kami gila karena sangat panjang, sangat spesifik dan banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan untuk satu minuman saja," ujarnya.
Karena pesanannya sangat rumit dan jumlah pelanggan yang memesan meningkat, staf harus bekerja untuk memenuhi kuota.
Pengawas sift mengatakan, perusahaan ingin karyawannya bekerja seperti 'robot yang bergerak cepat' dan mampu membuatkan banyak latte dalam setengah jam.
Karyawan lain, yang bekerja sebagai barista di Maryland mengatakan pelayanan kepada pelanggan lebih diprioritaskan daripada kesehatan dan rasa menghargai kepada staf selama pandemi.
Ia menambahkan, ia sering tidak bisa memahami apa yang diinginkan pelanggan yang menggunakan layanan pesan online dan pesan antar.
Mereka sering sekali marah atas hal kecil.
Karywan lain juga mengeluhkan hal yang sama.
Menu yang panjang dan spesifik membuat mereka 'gila' karena mereka harus bekerja ekstra untuk satu pesanan saja.
Mereka merasa beban kerja ini tidak adil.
Seharusnya ada tambahan poin untuk barista yang menyelesaikan minuman-minuman rumit.
Namun, jika barista mengeluhkan masalah minuman modifikasi ini di media sosial, mereka bisa dipecat oleh perusahaan.
Disclaimer: gerai Starbucks di setiap negara memiliki kebijakan dan aturan yang berbeda-beda. Tidak semua gerai Starbucks mengalami masalah yang sama dengan kasus ini.
Baca juga: Cara Pesan Menu Rahasia Starbucks, Perlu Tahu 3 Hal Ini Sebelum Order
Baca juga: Wanita Ini Berhasil Pergoki Sang Pacar Selingkuh Lewat Gelas Starbucks, Videonya Viral di TikTok
Baca juga: Wanita Ini Mengalami Luka Bakar Kimiawi di Tangan Setelah Pakai Sanitiser yang Disediakan Starbucks
(TribunTravel.com/tyas)
Baca tanpa iklan