Mantas menambahkan bahwa Protasevich kemudian memberikan laptop dan telepon kepada seorang penumpang wanita yang terbang bersamanya.
Tetapi Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda mengatakan pada hari Minggu dalam konferensi pers yang dihadiri oleh Reuters bahwa wanita yang bepergian dengan Protasevich tidak kembali ke pesawat ketika berangkat dari Minsk.
Roman Protasevich adalah salah satu pendiri dan pemimpin redaksi NEXTA.
NEXTA merupakan saluran berita yang berbasis di Polandia yang menyebarkan klip protes massal terhadap Presiden Lukashenko melalui aplikasi pesan Telegram.
Menyebaran berita melalui Telegram yang terenkripsi adalah satu-satunya cara agar informasi semacam itu dapat disebarkan setelah tindakan keras pemerintah terhadap media massa.
The Guardian menulis bahwa sebelum penangkapannya pada hari Minggu, Protasevich dicap sebagai ekstremis oleh pemerintah Belarusia.
Ia dicari atas beberapa tuduhan, termasuk terorisme dan pengorganisasian kerusuhan.
Protasevich membantah semua tuduhan itu.
Sebelumnya, ribuan warga Belarusia melakukan protes selama beberapa minggu pada Agustus lalu setelah Lukashenko mengklaim dia memenangkan pemilihan presiden dengan 80% suara.
Itu adalah masa jabatan keenamnya.
Lukashenko telah memerintah Belarusia sejak 1994 dan didukung oleh pemerintah Rusia.
Baca juga: Kecelakaan Kereta Gantung di Gunung Mottarone Italia Tewaskan 14 Wisatawan
Baca juga: Maskapai Ini Lakukan Pendaratan Darurat saat Pramugari Lihat Percikan Api di Pesawat
Baca juga: Ketahui Hal Ini Dulu Sebelum Pakai Bantal dan Selimut yang Disediakan di Pesawat
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jurnalis di Belarusia Ditangkap setelah Pesawat yang Dinaikinya Tiba-tiba Diminta Putar Balik
Baca tanpa iklan