Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Bangkai Pesawat Ini Masih Terkubur di Antartika Sejak Lakukan Pendaratan Darurat Tahun 1970

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

McMurdo Dry Valleys di Antartika lokasi terkuburnya pesawat yang melakukan pendaratan darurat di tahun 1970.

TRIBUNTRAVEL.COM - Sama seperti transportasi lainnya, pesawat juga kadang mengalami kerusakan tidak terduga.

Hal ini menyebabkan pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat.

Lokasi pendaratan darurat pun tidak bisa diprediksi, ada yang di laut, di gunung bahkan di gundukan salju.

Lokasi pendaratan yang sulit dijangkau membuat pesawat dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan selama berabad-abad.

Baca juga: Dianggap Bawa Sial, Kursi Nomor 13 Kerap Dihindari di Pesawat

Inilah yang terjadi pada pesawat Lockheed C-121 Constellation di Antartika.

Pesawat ini terbengkalai sejak tahun 1970 setelah melakukan pendaratan darurat.

Pesawat bernama Pegasus ini terkubur di Antartika.

Dilansir dari Simple Flying, Senin (24/5/2021), Saat itu pesawat dalam perjalanan pulang pada 8 Oktober 1970.

Area lokasi kecelakaan diberi nama Lapangan Pegasus, yang diambil dari nama pesawat. (Flickr /Kate Brady)

Pesawat yang merupakan bagian dari Skuadron VX-6 Angkatan Laut Amerika Serikat ini berangkat dari Bandara Christchurch (Selandia Baru) selama 10 jam 30 menit ke Antartika.

Di dalam pesawat ada 80 orang yang terdiri dari 12 awak dan 68 penumpang.

Sebanyak 12 awak tersebut termasuk komandan, dua co-pilot, dua navigator, dau insiyur penerbangan, seorang operator radia dan dua loadmaster.

Saat itu pesawat Lockheed C-121 Constellation (Connie) sedang menuju ke Stasiun McMurdo ketika menghadapi badai yang dahsyat.

Baca juga: Pesawat yang Digunakan untuk Penerbangan Diktator Rumania Ini Dilelang Mulai Rp 431 Juta

Salju dan es yang tertiup angin kencang membuat kondisi visibilitas hampir nol.

Mempertimbangkan keterpencilan lokasi Antartika di dunia, Pegasus tidak bisa begitu saja terbang kembali ke asalnya atau ke bandara yang sesuai di luar benua yang jauh, karena tidak akan ada cukup bahan bakar untuk melakukannya.

Crash Landing

Pesawat Pegasus. (Flickr/ Kate Brady)
Halaman
123