Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Resor Mewah Hanya Kedok, Ternyata Penginapan Ini Tempat Agen Israel Jalankan Misi Rahasia

Editor: Kurnia Yustiana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Ia kemudian melarikan diri ke Sudan, bersama gelombang pengungsi Ethiopia non Yahudi yang melarikan diri dari perang sipil dan krisis pangan yang kian parah.

Lalu ia mengirim surat ke agen bantuan, memohon bantuan untuk pergi ke Israel dan akhirnya menemukan jalan ke Mossad.

Perdana Menteri Israel saat itu, Menachem Begin, mengira Aklum adalah pengungsi dari Eropa yang diduduki Nazi.

Israel ada sebagai tempat berlindung yang aman bagi orang Yahudi yang dalam bahaya, Beta Israel pun tidak terkecuali.

Akhirnya Aklum dijemput.

Baca juga: Arkeolog Israel Temukan Kain Ungu Berusia 1.000 SM yang Diyakini Pernah Dipakai Raja Daud

Baca juga: Potret Memilukan Kehidupan Tahanan Neve Tirza, Satu-satunya Penjara Wanita di Israel

Mossad memerintahkan salah satu operasinya, Dani, untuk temukan Ferede dan temukan cara menyelundupkan setiap orang Yahudi Ethiopia di Sudan keluar ke Israel.

Pencarian itu sulit, tapi akhirnya Dani bertemu dengan Ferede di Khartoum dan keduanya bekerja sama.

Ferede menyalurkan pesan kembali ke komunitasnya di Ethiopia, mengatakan jalan ke Yerusalem melalui Sudan, dan mereka harus mengikuti jejaknya.

Akhirnya pada periode sampai akhir tahun 1985, sekitar 14.000 Beta Israel mengambil kesempatan itu dan melakukan perjalanan berbahaya sejauh 800 km dengan berjalan kaki.

Saat itu 1.500 pengungsi Yahudi terbunuh di jalan, atau diculik.

Artikel ini telah tayang di Intisari.grid.id dengan judul Berkedok Sebuah Resort yang Bisa Menarik Wisatawan Asing, Ternyata Tempat Rekreasi Pantai Ini Sebenarnya Dijalankan Mata-mata Israel, Tujuannya Mengejutkan.