Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Resor Mewah Hanya Kedok, Ternyata Penginapan Ini Tempat Agen Israel Jalankan Misi Rahasia

Editor: Kurnia Yustiana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi

Namun resor itu ternyata palsu.

Itu hanyalah akal-akalan untuk operasi Mossad yang dilaksanakan lebih dari 4 tahun di awal 1980-an.

Mossad adalah agen mata-mata Israel.

Resort mewah itu dipakai sebagai penutup untuk misi kemanusiaan luar biasa: menyelundupkan ribuan Yahudi Ethiopia yang terkepung dan terdampar di kamp pengungsian di Sudan dan mengevakuasinya ke Israel.

Baca juga: Selalu Jadi Rebutan Antara Palestina & Israel, Ini 10 Fakta Sejarah Yerusalem Kota Suci 3 Agama

Sudan dulunya adalah musuh terikat dengan dunia Arab, dan penyelundupan itu dilakukan tanpa diketahui siapapun, entah di tempat itu atau di rumah.

Operasi itu sangatlah rahasia, hanya orang-orang yang terlibat secara langsung saja yang tahu.

Agen mata-mata itu bahkan tidak mengatakan kepada keluarga mereka.

Yahudi Ethiopia termasuk dalam komunitas yang disebut sebagai Beta Israel (Rumah Israel), yang aslinya diselubungi misteri.

Selama berabad-abad, teori yang kuat mengatakan mereka merupakan keturunan dari elit Israel yang menemani putra Ratu Sheba dan Raja Solomon kembali ke Ethiopia pada 950 Sebelum Masehi, menyelundupkan Tabut Perjanjian bersamanya.

Namun teori itu kemudian diganti dengan mereka berhenti di sana setelah melarikan diri dari perang sipil di Israel kuno, atau lari sampai diasingkan setelah kehancuran Kuil Yahudi di Yerusalem pada 586 SM.

Sampai awal 1970-an, kepala rabbi Israel mengiklankan pandangan gambaran rabbi turun-temurun bahwa Beta Israel termasuk milik salah satu dari 10 suku yang hilang, yang hilang dari sejarah mengikuti serangan Kerajaan Israel pada abad ke-8 SM.

Yahudi Ethiopia menaati Torah, melakukan praktik Yahudi versi kitab mereka, dan berdoa di bangunan yang mirip dengan sinagog.

Namun, terisolasi dari umat Yahudi lain, mereka berpikir jika mereka adalah Yahudi yang tersisa di dunia.

Di tahun 1977 salah seorang anggota mereka, Ferede Aklum, dicari oleh otoritas Ethiopia untuk "aktivitas anti-pemerintah".

Aklum dicurigai bersimpati dengan pemberontak dan terlibat mendukung Yahudi untuk pindah ke Israel.

Halaman
123