Tim SAR telah berupaya mencari AntonioL, namun tak berhasil menemukan keberadaan pilot dan pesawat Antonio yang dia tunggangi.
Setelah satu minggu terkapar di lokasi kejadian, Antonio memutuskan untuk pergi mencari bantuan.
Antonio mengatakan, yang ada di pikirannya saat itu adalah mati dilahap hewan buas.
Bukan hanya khawatir menjadi santapan hewan buas, da juga selalu memikirkan cara untuk menemukan air, makanan, dan tempat berlindung diri.
Awalnya, Antonio berpikir bahwa dia akan melewati keadaan tersebut hanya beberapa hari.
Baca juga: Beda dengan Helikopter, Ini Alasan Kapten Pilot Pesawat Duduk di Sisi Kiri Kokpit
Selama tiga minggu dia berjalan kaki sekitar 27km. Pada hari ke 36, dia kehilangan keinginan untuk melanjutkan.
Saat dia berjalan sendiri menyeberangi sungai kecil, dia menemukan pemandangan langka di Amazon.
Antonio mengatakan dia mendekati salah satu pria dengan hati-hati.
“Saya hanya berkata, 'Halo. Selamat sore. Nama saya Antonio. Saya seorang pilot dan pesawat saya jatuh seperti 30 hari yang lalu,'' katanya.
"Dia melihatku dari atas ke bawah. Aku adalah pria kekar dengan pakaian robek dan dia berkata: 'Oke, apa yang kamu ingin aku lakukan?',"
“Saya hanya berkata, 'Tolong beri saya beberapa kacang itu. Aku benar-benar lapar," jelas Antonio.
Setelah dibawa dari hutan oleh helikopter penyelamat, Antonio dibawa ke rumah sakit.
Berat badannya turun sekitar 25 kg tetapi hanya perlu dirawat karena dehidrasi dan cedera ringan.
Reuninya yang penuh air mata dengan keluarganya pada 6 Maret disiarkan di televisi Brasil.
Baca juga: Viral Aksi Pria Tunggangi Buaya Raksasa Pakai Tali Tipis, Begini Respon Warganet
Baca juga: Cerita Pilu Wisatawan Waduk Kedung Ombo, Istri dan Anak Jadi Korban Tragedi Perahu Terbalik
(TribunTravel.com/ Septi Nandiastuti)
Baca selengkapnya terkait pilot bisa klik di sini
Baca tanpa iklan