Pasalnya, pada H-7 hingga H+7 Lebaran truk selain bermuatan logistik biasa akan dilarang beroperasi.
Menurut Penasehat dan Pengawas Paguyuban Sopir Truk Sukoharjo (Pasotjo) Aliadi, sebanyak 60 persen anggotanya merupakan sopir truk material.
"Kalau yang anggota kami yang 40 persen itu masih bisa jalan, karena mereka luar kota dan biasa mengangkut logistik," katanya saat pembagian Takjil di Terminal Sukoharjo, Minggu (2/5/2021).
Dia mengatakan, selama pandemi Covid-19 ini memang sopir truk yang bermuatan bahan material terdampak secara ekonomi.
Mereka mengaku mengalami penurunan omset hingga 70 persen sehingga mengalami tekanan secara ekonomi.
"Tapi untuk tahun ini sudah lebih baik dari tahun kemarin," ujarnya.
Ketua Pasotjo mengatakan, pihaknya berharap ada perhatian dari pemerintah.
"Saya sempat ajukan bantuan ke Dishub, tapi sekarang belum ada kelanjutannya," ujarnya.
Meski sopir truk ini juga merasakan dampak ekonomi dari Covid-19, namun mereka tetap menyisihkan rejeki mereka untuk berbagai.
Ya, puluhan anggota Pasotjo menggelar bagi-bagi takjil di lampu merah Terminal Sukoharjo.
Menurut Penasehat dan Pengawas Pasotjo Aliadi, ada 76 anggota Pasotjo yang ikut acara ini.
"Kita sisihkan rejeki kita untuk berbagi kepada sesama pengguna jalan. Karena pekerjaan kami sebagai sopir, hidupnya di jalan juga," ujarnya.
Dalam pembagian takhil itu, Pasotjo bersama komunistas truk lain, yakni TSR.
"Dari kami 400 paket takjil, dan dari TSR 200 paket," tandasnya.
Baca juga: TRAVEL UPDATE: Larangan Mudik Lebaran 2021, Terminal Bus Klari Karawang Tutup Sementara
Sopir Taksi Mengeluh
Baca tanpa iklan