Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Gibran Rakabuming Tegaskan Warga Luar Solo Raya Tak Boleh Wisata ke Solo 6-17 Mei

Editor: Kurnia Yustiana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka (tengah) seusai menyerahkan dana apresiasi kepada 12 atlet berprestasi binaan Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Rabu (28/4/2021).

TRIBUNTRAVEL.COM - Pemerintah Kota Solo melarang traveler dari luar Solo Raya berwisata ke Solo. 

Larangan itu diberlakukan bersamaan dengan masa larangan mudik yang dimulai tanggal 6 sampai 17 Mei 2021.

"(Alasan) piknik tidak diperbolehkan. (Wisata) dari warga lokal saja, luar Solo Raya, ya, tidak usah," ujar Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Jumat (7/5/2021).

Adapun Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) yang dibawa tak berlaku untuk urusan wisata. 

"SIKM itu khusus bagi yang tujuan - tujuan yang urgent, bukan untuk wisata SIKM itu," ucap Gibran. 

"(Misal) ada yang meninggal dunia, melahirkan, perjalanan dinas mendadak yang urgent. (SIKM) bukan untuk piknik," tambahnya.

Oleh karenanya, Gibran mengharapkan wisatawan yang berasal dari luar kota menahan diri untuk berwisata ke Solo.

"Wisata, misalnya ke Balekambang, Jurug, yang datang orang Solo saja, jangan orang Jakarta," kata dia. 

"Orang luar Jawa pakai SIKM cuma untuk pariwisata atau piknik tidak boleh," tambahnya.

Para wisatawan menikmati suasana di Keraton Kasunanan Surakarta, Senin (2/1/2016). (TribunSolo.com/Bayu Ardi Isnanto)

Andalkan Jogo Tonggo

Sragen sudah memulai penyekatan di wilayahnya sejak Kamis (06/05/2021) dini hari.

Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi menegaskan, pemantauan tidak hanya dilakukan di jalan besar saja.

Namun, juga jalan tikus di wilayahnya.

Selain itu, bila nanti masih lolos, pemudik akan diawasi oleh Satgas Jogo Tonggo.

"Masing-masing puskesmas sudah stand by," ucapnya saat ditemui TribunSolo.com, kamis (06/05/2021).

Perihal kemungkinan pemudik masuk melalui jalur tikus, Ardi mengaku tak menjadi masalah. 

Halaman
1234