Menurut laporan, pramugari lain di pesawat American Airlines meminta pilot untuk mendaratkan pesawat.
Namun, pilot tidak dapat memenuhi permintaannya.
Beruntung seorang petugas polisi New York yang sedang tidak bertugas sedang berada di pesawat dan membantu menahan tersangka.
Pesawat pada akhirnya mendarat di bandara yang dituju, yaitu bandara JFK.
Di bandara JFK tersebut terdapat pihak berwenang yang sudah menunggu.
Menurut dokumen pengadilan, tersangka sudah teridentifikasi dengan nama Chenasia I. Campbell.
NBC New York melaporkan, ia ditahan dan menghadapi tuduhan mengganggu kru kabin yang merupakan pelanggaran federal.
Campbell adalah penduduk Brooklyn dan saat ini sedang tidak bekerja.
Diketahui, dia sebelumnya pernah bekerja untuk Kantor Penyandang Cacat Perkembangan.
Dalam sidang virtual pada Senin sore, Campbell dibebaskan dengan jaminan Rp 216 juta.
Jaksa juga meminta agar dia menjalani evaluasi kesehatan mental dan pengujian obat secara acak.
Baca juga: Pramugari Ungkap Cara Antisipasi Bagi Penumpang jika Pesawat dalam Kondisi Darurat
Meski dalam sidang tersebut pengacaranya mengaku bahwa Campbell sudah mengikuti program kesehatan mental sebelum kasus ini terjadi.
Atas kejadian ini pramugari dilaporkan mengalami luka di bagian lengan dan pipi, kemudian memar juga di dahi dan kaki serta tangannya bengkak.
Dia dievaluasi oleh profesional medis tetapi diduga menolak bantuan medis lebih lanjut.
Baca tanpa iklan