"Untuk menghindari keterlambatan terbang, jadwal terbang terbaik adalah sebelum jam 8 pagi. Sedangkan keterlambatan terbang akan semakin menumpuk, mencapai puncak ketika jam 6 sore," sesuai kutipan dari Travel and Leisure.
Dijelaskan juga, jika pada pagi hari lalu lintas di udara cenderung sepi.
Lantaran kebanyakan pesawat mendarat di malam hari.
Ketika terlalu ramai pesawat di udara dapat menyebabkan antrean untuk mendarat dan lepas landas.
Hal itu akhirnya berpengaruh pada ketepatan waktu penerbangan.
Selain itu, penelitian lain dari The National Severe Storms Laboratory juga menyatakan, penerbangan di pagi hari cenderung lebih terhindar dari turbulensi dibanding penerbangan di sore hari.
Turbulensi di pesawat lebih sedikit dibandingkan penerbangan siang atau sore hari.
Turbulensi adalah saat pesawat terguncang karena perubahan kecepatan udara yang terjadi dalam waktu singkat.
Ini dikarenakan saat pagi hari, cuaca masih tenang, sehingga turbulensi cenderung sangat kecil.
Selain itu, tingkat kepadatan awan juga masih sedikit sekitar 30 persen.
Dengan rendahnya kepadatan awan, maka guncangan saat terbang tidak begita banyak dan berat.
Selain itu, penerbangan di pagi hari juga membawa keuntungan bagi para penumpang, karena beberapa maskapai penerbangan seringkali memberi harga tiket penerbangan lebih murah di pagi hari dibandingkan jadwal penerbangan di waktu lain.
Tonton juga:
Baca juga: Pramugari Ungkap Suka Duka Bekerja di Pesawat Jet Pribadi, Harus Serba Bisa dengan Layanan Bintang 5
Baca juga: Kode Rahasia Pramugari jika Ada Penumpang yang Disukai, Biasanya Diucapkan saat Turun dari Pesawat
Baca juga: Mantan Pramugari Ungkap Perilaku Artis saat jadi Penumpang Pesawat, Aktor Ini Disebut Paling Ramah
Baca juga: Pramugari Beberkan 6 Bagian Pesawat yang Dianggap Paling Kotor, Penumpang Jarang Tahu
Baca juga: Tak Boleh Sembarangan, Begini Cara Pilot dan Pramugari Tangani Kebakaran di Kabin Pesawat
(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)
Baca selengkapnya seputar Fakta Unik Penerbangan, di sini.
Baca tanpa iklan