Perjalanan ke Timur Tengah Bakal Lebih Mudah dari Sebelumnya, Seperti Apa?

Madain Saleh, Arab Saudi.

TRIBUNTRAVEL.COM - Meski pandemi virus Corona membuat perjalanan dihentikan dan menutup perbatasan internasional.

Reformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di Timur Tengah akan membuat perjalanan di sekitar kawasan itu lebih mudah daripada sebelumnya.

Persyaratan visa yang lebih santai, perubahan politik, dan koneksi transportasi baru menarik lebih banyak kedatangan internasional, menurut Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Melansir dari laman aljazeera.com (3/4/2021), karena pandemi dan perkembangan negara akan bergerak sedikit demi sedikit yang terjadi di Timur Tengah ini.

Baca juga: Bikin Video Prank Masker Palsu, 2 Influencer Ini Terancam Dideportasi dari Bali

1. Arab Saudi meluncurkan visa turis untuk pertama kalinya

Ilustrasi kawasan Al-Ula Arab Saudi (Flickr/hanming_huang)

Arab Saudi sudah lama menjadi tempat yang menantang untuk dikunjungi bagi para wisatawan biasa, tetapi pada September 2019 negara itu mulai mengeluarkan visa turis untuk pertama kalinya.

Sebelumnya, hanya jamaah Muslim, pekerja tetap, dan wisatawan bisnis yang dapat memasuki Arab Saudi, tetapi sekarang wisatawan dari 49 negara di Amerika Utara, Eropa, dan Asia dapat mengajukan visa online seharga 1.696.115,37 Rupiah.

TV pemerintah Saudi melaporkan negara itu menyambut 24.000 pengunjung dalam 10 hari pertama setelah peluncuran visa turis, serta bertujuan untuk mendatangkan 100 juta turis setiap tahun pada tahun 2030.

Arab Saudi merupakan 80 persen dari Semenanjung Arab berdasarkan daratan dan berbatasan dengan tujuh negara untuk melakukan perjalanan lintas wilayah.

2. UEA dan Bahrain setuju untuk normalisasi dengan Israel

Halaman
1234