"Setelah sekitar 30 menit dalam kegelapan, mata Anda akan beradaptasi dan Anda akan mulai melihat meteor," imbuhnya.
Bintang jatuh dapat muncul di mana saja di langit, tetapi jika kamu memerlukan titik referensi, lihatlah konstelasi Lyra yang mirip harpa, tempat Lyrid sering muncul.
Jika kamu melewatkan pertunjukan Kamis pagi, masih akan ada meteor untuk dilihat pada hari Jumat.
Faktanya, hujan meteor Lyrid tahun ini akan berlanjut hingga 30 April 2021.
Meski biasanya, berakhir pada 25 April 2021.
Salah satu hujan meteor tertua
Umat manusia telah mengetahui tentang hujan meteor Lyrid selama hampir tiga milenium yakni penampakan pertama terjadi pada 687 SM di China, menurut NASA.
Meteor tersebut berasal dari komet bernama Thatcher, dinamai sesuai nama astronom yang pertama kali mengidentifikasi batuan luar angkasa pada tahun 1861.
Thatcher membutuhkan 415 tahun untuk mengorbit matahari.
Saat mengelilingi Tata Surya, ekor Thatcher meninggalkan jejak puing-puing dan sisa partikel komet.
Setiap April, Bumi melewati puing-puing Thatcher dan dibombardir dengan sampah komet selama dua minggu yang menghasilkan hujan meteor yang menyilaukan.
Setelah Lyrids berlalu, masih ada 11 hujan meteor yang harus diwaspadai tahun ini.
Salah satu yang paling populer adalah Perseids yang akan mencapai puncaknya pada malam tanggal 11 Agustus 2021.
Baca juga: Kenapa Meteorit Sering Jatuh di Indonesia? Begini Penjelasannya
Baca juga: Tampak di Langit Indonesia, Apa Itu Hujan Meteor Quadrantid?
Baca juga: Puncak Hujan Meteor Quadrantid Terjadi Besok, Ini Waktu dan Cara Terbaik Menyaksikannya
Baca juga: Hujan Meteor, Gerhana Matahari, dan Fenomena Langit Langka Akan Terjadi Bulan Ini
Baca juga: NASA Rilis Video Detik-detik Jatuhnya Meteor 10 Kali Bom Hiroshima di Langit Laut Bering
(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)
Baca selengkapnya seputar Hujan Meteor di sini.
Baca tanpa iklan