TRIBUNTRAVEL.COM - Dua penumpang menggugat maskapai United Airlines atas kerusakan mesin pesawat.
Tuntutan hukum tersebut diajukan terpisah oleh Joseph McGinley dan Jonathan Strawn.
Mereka mengaku pada pengacara bahwa kejadian tersebut merupaka teror yang berlangsung seumur hidup.
Melansir laman Foxnews.com, Senin (19/4/2021), pesawat United Airlines mengalami kebakaran mesin setelah lepas landas dari Denver akhir februari.
Meski mendarat dengan selamat, mesinnya tampaknya rusak cukup parah dan dilaporkan menjatuhkan puing-puing di utara Colorado.
Saat peristiwa itu kedua pria tersebut dilaporkan menjadi penumpang dalam penerbangan.
Mereka mengatakan bahwa atas pengalaman ini, mereka menderita luka pribadi, baik dari segi emosional dan finansial.
Kedua tuntutan hukum tersebut meminta putusan di atas Rp 700 juta lebih.
Penumpang pesawat ini menggugat setelah mendengar ledakan dan melihat kilatan cahaya dari mesin pesawat.
Baca juga: Detail Insiden Kebakaran Mesin United Airlines Telah Dirilis, Begini Penjelasannya
Pesawat United Airlines terlihat menjatuhkan puing-puing di Commons Park dan di beberapa lingkungan di Broomfield, Colorado.
Pesawat tersebut baru saja lepas landas dari Bandara Internasional Denver dan terpaksa melakukan pendaratan darurat di bandara yang sama.
Sebelumnya pesawat maskapai besar ini hendak melakukan penerbangan menuju ke Hawaii.
Tidak ada korban luka yang dilaporkan pada saat itu.
TONTON JUGA:
"Bayangkan sebagai seorang penumpang melihat keluar jendela pesawat dan tanpa daya melihat mesin terbakar. Teror yang akan dialami berlangsung seumur hidup," ujar Chicago Robert A. Clifford, pengacara dari satu penumpang.
Baca tanpa iklan