“Untuk museum yang saya sebut tadi sekarang masih beroperasi dalam kondisi yang layak,” kata Adi.
Penyebabnya
Sementara itu museum yang terbengkalai seperti Museum Telekomunikasi dan Museum Minyak dan Gas Bumi Graha Widya Patra dikarenakan adanya masalah terkait lembaga induk masing-masing.
Adi mencontohkan, Museum Telekomunikasi dulu dikelola Departemen Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi. Namun departemen itu kemudian dipecah di masa pemerintahan berikutnya, sehingga saat ini saja namanya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Dampaknya adalah terjadi kebingungan soal pemilik museum tersebut.
“Begitu kementerian itu dibubarkan, dipecah, kemudian keberadaan Museum Telekomunikasi harus berada di bawah mana. Itu yang sampai hari ini belum ditemukan,” kata Adi.
Alhasil pengelolaan museum itu tidak berjalan dengan optimal hingga saat ini. Untuk mengatasi masalah itu, Adi menceritakan pihak pengelola TMII sudah ada rencana untuk mengambil alih.
“Itu masih dalam proses proses pengalihan aset. Itu enggak gampang supaya tidak menimbulkan masalah baru di belakang,” tandas Adi.
Baca juga: TMII dan 4 Tempat Wisata di Jakarta yang Masih Bisa Dikunjungi Meski Ada Larangan Mudik 2021
Baca juga: 44 Tahun Dikelola Yayasan Keluarga Soeharto, TMII Kini Kembali ke Tangan Negara
Baca juga: Banyak Wisatawan Tak Pakai Masker di TMII, Ini Tanggapan Pengelola
Baca juga: Topeng Dalang di Sumenep, Tradisi Kebanggaan Masyarakat yang Bakal Tampil di TMII
Baca juga: Demi Kenyamanan Pengunjung, Taman Kaktus TMII Lakukan Renovasi
Artikel ini telah tayang di Tribunwartakotatravel.com dengan judul Sayang, Dua Museum di TMII ini Terbengkalai Akibat Masalah ini
Baca tanpa iklan