"Kita tidak menginginkan apapun kita hanya menginginkan klarifikasi. Apalagi beliau fotonya pakai ikat.
Saya pikir beliau orang yang dekat dengan budaya tentunya tahu bagaimana berbudaya, sopan santun, dan tata krama," pungkasnya.
Dengan bantuan netizen, identitas pria tersebut berhasil didapatkan.
Keduanya pun telah menjalin komunikasi dan si pemuda beritikad baik untuk bertemu dengan Gusti Yudha.
Pemuda itu berkenan memberikan penjelasan terkait perbuatan yang dilakukannya.
"Saya beri nomor saya baik-baik dan hanya ingin silaturahmi untuk bertemu.
"Saya matur begitu, dan beliau sudah memiliki niat bertemu saya. Nantinya saya hadapkan ke Gusti Yudha," terangnya.
Jhope sangat menyayangkan kejadian tersebut.
Meskipun kereta kuno adalah sebuah replika, namun itu adalah sebuah aset budaya yang sangat berharga.
"Karena sekarang jarang yang memiliki kereta semacam itu. Hanya menghormati luhurnya budaya.
Kalau pun toh untuk foto boleh saja tapi di bawah. Toh di depan ada tulisannya dilarang naik kereta," terangnya.
"Meskipun tidak ada tulisnya sekalipun tentunya ada unggah-ungguh seperti misalnya kita masuk ke sini harus kulonuwun.
Apalagi itu kereta milik pribadi koleksi pribadi," tambahnya.
Sebenarnya Ndalem Yudhanegaran memang terbuka untuk umum.
Wisatawan biasa berkunjung untuk sekadar foto-foto.
Baca tanpa iklan