TRIBUNTRAVEL.COM - Dua pramugari China Airlines Taiwan kedapatan melanggar karantina wajib setelah kembali dari pekerjaan mereka di akhir bulan Februari 2021.
Diketahui, pada hari Jumat (19/3/2021), dua pramugari yang dikabarkan berpacaran tersebut telah melewatkan karantina wajib selama lima hari setelah terbang kembali dari New York pada bulan lalu.
Dilansir dari Taiwan News, Rabu (24/3/2021), mereka sengaja meninggalkan ponsel agar tidak terdeteksi, dan menyelinap keluar untuk melakukan perjalanan singkat.
Baca juga: Pramugari ini Beberkan Hal Aneh yang Dilakukan Penumpang Selama di Penerbangan
Saat mereka mengemudi di jalan raya, polisi menghentikan keduanya karena ada kecelakaan lalu lintas di depan.
Polisi pun meminta kartu identitas pasangan pramugari China Airlines tersebut.
Setelah menyadari bahwa kedua pramugari tersebut telah melanggar karantina, polisi segera menghubungi petugas kesehatan dan membawa pasangan itu ke fasilitas karantina pemerintah.
China Airlines pun mengkonfirmasi berita tersebut dalam wawancara pers pada hari Jumat dan mengatakan perusahaan akan menentukan hukuman untuk dua karyawan tersebut.
Dikatakan bahwa mereka kemungkinan akan diskors atau diberhentikan karena perilaku tidak bertanggung jawab mereka.
Awal bulan ini, Administrasi Penerbangan Sipil menerapkan peraturan yang mewajibkan semua anggota awak penerbangan yang tiba dengan penerbangan jarak jauh menjalani lima hari isolasi rumah diikuti dengan periode sembilan hari pemantauan kesehatan diri.
Anggota awak harus mengenakan jas hazmat di semua penerbangan dan tetap berada di hotel bandara selama mereka tinggal di negara lain.
Tonton juga:
Jadi Korban PHK Akibat Pandemi, Pramugari Ini Rela Jualan Alpukat untuk Sambung Hidup
Demi menyambung hidup, seorang mantan pramugari di Filipina memutuskan berjualan alpukat setelah dipecat perusahaan tempat dia bekerja dulu.
Dara bernama Marielle Enrique alias Em Enrique tersebut adalah salah satu dari ribuan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari maskapai penerbangan di Filipina.
Industri penerbangan Filipina memang terpukul keras oleh pandemi virus corona sehingga berdampak pada pengurangan tenaga kerja.
Baca tanpa iklan