Di sana mereka menemukan bilik-bilik tentara Jepang.
"Di pintu bilik serta tembok di dalamnya tergurat huruf kanji, lalu ada lagi yang sangat misterius adalah guratan tulisan huruf latin bertuliskan 1400, entah itu apa," kata dia.
Diungkapnya, gua itu penuh labirin.
Menurut cerita, ujung gua tembus di Cereme yang berjarak 1 kilometer dari situ.
Tonton juga:
"Kami mau lanjutkan penelusuran tapi takut bakal tersesat dan longsor," ujarnya.
Fiece Jurah membeber, gua itu dulunya adalah tempat persembunyian tentara Jepang.
"Karena gua ini tempat kami disebut pancurang, " kata dia.
Ungkap Fiece, air dalam gua itu adalah sumber utama penghidupan warga sebelum ada PAM dan Sumur Bor.
Ia ingat, saat krisis air parah di Manado pada 1997, banyak warga luar Singkil antre mengambil air di gua itu.
"Orang-orang kaya sewa kendaraan dengan ratusan galon air, antre depan gua, " kata dia.
Sebut dia, tempat tersebut sudah pernah diusulkan kelurahan sebagai objek wisata.
"Tim dari dinas pariwisata Manado juga sudah beberapa kali kemari," katanya.
Baca juga: TRAVEL UPDATE: Terbaru, Harga Tiket Masuk Saloka Theme Park Semarang Maret 2021
Baca juga: TRAVEL UPDATE: Jokowi Resmikan Bandara Buntu Kunik, Diyakini Wisata Toraja Semakin Berkembang
Baca juga: TRAVEL UPDATE: Uniknya Nitro Coffee di Manujaloka Coffee, Sajian Cold Brew yang Disuntik Nitrogen
Baca juga: TRAVEL UPDATE: Watergong Klaten, Selokan Kotor yang Kini Jadi Destinasi Wisata dengan Jutaan Ikan
Baca juga: TRAVEL UPDATE: 4 Air Terjun Terindah di Indonesia, Ada Air Terjun Dua Warna dengan Kandungan Fosfor
(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)
Baca selengkapnya seputar TribunTravel Update di sini.
Baca tanpa iklan