Lubang itu seolah menampal di dinding gua dan merupakan sumur pertama.
Sumur kedua berada pada jarak 4 meter dari sumur pertama.
Sementara sumur ketiga berada sebelum tangga menuju bagian atas gua.
Tangga itu sangat kecil dan licin.
Untuk menaikinya butuh nyali plus obor sebagai penerang.
Dina, warga setempat mengatakan tangga itu mengantarkan pengunjung pada sebuah lorong bercabang dua.
Lorong kiri mengarah ke sebuah lapangan besar.
Konon besarnya tak kalah dengan lapangan sepakbola.
"Hanya sudah ditutupi longsor," katanya.
Ungkapnya, lorong kanan menuju pada deretan bilik.
Konon itu adalah bilik tentara Jepang.
"Menurut cerita tua tua dulu, itu kamar tentara Jepang," katanya.
Kendati belum jadi objek wisata, beber dia, banyak turis Jepang yang datang di gua itu.
"Bahkan ada yang mengaku turunan tentara Jepang yang pernah menghuni gua itu," kata dia.
Adri Mamonto warga setempat menyatakan, dirinya serta sebuah tim petualang pernah masuk dalam gua itu.
Baca tanpa iklan