Atun mengaku, biasanya dalam sehari, ia menghabiskan 2 hingga 4 kilogram (kg) daging sapi untuk diolah menjadi brongkos di warungnya.
"Itu sudah turun, sebelum pandemi Covid-19, bahkan bisa menghabiskan 6 sampai 8 kg sekali memasak di setiap harinya," papar Atun.
Menurut Atun, warung brongkos miliknya lebih ramai pada akhir pekan atau libur hari raya karena banyak wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.
"Senin sampai Jumat brongkos yang terjual sekitar 40 porsi, kalau Sabtu, Minggu atau hari libur bisa sampai 60 atau 80 porsi," jelas Atun.
Selain menjual brongkos, Atun juga menjual soto, dan aneka wedang atau minuman hangat khas Jogja sepeti wedang uwuh, wedang gajah dan lain-lain.
Untuk harga soto dan minumannya, Atun mematok harga mulai dari Rp 5.000 sampai 15.000 saja.
Jika penasaran ingin mencicipi aneka wedang dan brongkos tersebut, kamu bisa mengunjungi Warung Brongkos Bu Atun hanya dengan berjalan kaki dari Malioboro atau menggunakan kendaraan pribadi.
Namun, jika kamu berangkat dari Stasiun Lempuyangan atau daerah lainnya, bisa menggunakan Bus Trans Jogja dengan harga tiket Rp 3.500 yang menuju ke arah Kraton Kasultanan Yogyakarta.
Setelah puas menikmati kuliner di Warung Bu Atun, kamu juga bisa mengunjungi wisata sekitarnya yakni Malioboro, Musium Sonobudoyo, Musium Kraton Kasultanan Yogyakarta dan Masjid Kauman.
Nah, menarik bukan? Selamat mencoba ya!
(TribunTravel/Arimbi Haryas Prabawanti)
Untuk melihat informasi tentang Rekomendasi Kuliner lainnya klik di sini.
Baca juga: Rekomendasi 6 Angkringan Populer di Yogyakarta untuk Makan Malam, Coba Mampir ke Angkringan JAC
Baca juga: Asyik! Semua Tempat Wisata di Yogyakarta Tetap Dibuka Meski PPKM Mikro Diperpanjang
Baca juga: Resep Brongkos Daging Sapi, Kuliner Khas Yogyakarta yang Terkenal Lezat
Baca juga: Rekomendasi 5 Tempat Sarapan Enak di Jogja, Ada Nasi Brongkos hingga Bubur Lemu
Baca juga: Rekomendasi 5 Tempat Menikmati Lezatnya Koyor di Jogja,Lengkap dengan Sajian Gudeg hingga Brongkos
Baca tanpa iklan