Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Rekomendasi Kuliner

Mencicipi Brongkos Bu Atun, Kuliner Andalan dengan 16 Rempah dan Daging Sapi Pilihan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Satu porsi brongkos di Warung Bu Atun.

TRIBUNTRAVEL - Semerbak aroma santan dan kuah daging sapi menyeruak menyambut langkah wisatawan yang tengah berjalan di tepi alun-alun utara Yogyakarta.

Penasaran akan aroma tersebut, TribunTravel memutuskan untuk menghampiri sumbernya yang ternyata berada 500 meter dari Masjid Agung Kauman, Yogyakarta, Kamis (18/3/2021).

Warung Brongkos Bu Atun, itulah yang menjadi sumber aroma wangi kuliner yang mengundang pengunjung untuk singgah dan mencicipi sajiannya.

Tempat makan kaki lima tersebut berdiri sejak 2006 pasca terjadinya gempa yang sempat meluluhlantakkan sebagian wilayah di Yogyakarta.

Atun memilih sajian brongkos sebagai menu andalan di warungnya karena bumbunya yang khas dan paling sering dicari wisatawan.

"Bumbunya ada 16 macam yaitu bawang merah dan putih, kemiri, merica, kemiri, cabai, lengkuas, kencur cunthi, kluwak, garam serta beberapa yang tidak bisa disebutkan," beber Atun.

Baca juga: 5 Kuliner Khas Kendal yang Cocok Jadi Menu Buka Puasa, dari Sate Bumbon hingga Brongkos

Satu porsi brongkos di Warung Bu Atun, Kamis (18/3/2021). (TribunTravel/Arimbi Haryas Prabawanti)

Satu porsi brongkos di Warung Bu Atun dibanderol harga Rp 20.000 baik untuk brongkos mercon maupun yang biasa atau tanpa cabai.

"Sebenarnya bumbunya sama, hanya kalau yang mercon ditambahkan ekstra cabai agar lebih pedas dan meledak-ledak sesuai namanya," ujarnya.

Perempuan paruh baya penjual brongkos itu mengatakan, warung miliknya biasanya buka dari pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.

"Nanti kalau sudah tutup, jam 17.00 saya mulai memasak untuk besoknya, cara itu saya lakukan setiap hari," imbuh Atun yang sehari-hari tinggal di Kauman RT 7 RW 3.

Bukan tanpa alasan, Atun memang sengaja membuat brongkos satu hari sebelum dijual karena kuliner tersebut akan lebih sedap kalau dijual keesokan harinya.

"Karena, bumbu brongkosnya lebih merasuk ke daging dan kuahnya lebih kental, bumbu rempah juga menjadi lebih muncul aromanya," jelas Atun.

Tak hanya menggunakan berbagai rempah, Atun juga menggunakan koyor atau lemak sapi yang berkualitas sehingga tidak berbau amis dan rasanya lebih gurih.

"Kami selalu jaga rasa, enek rega enek rupa atau yang artinya ada harga ada kualitas," imbuhnya.

Halaman
12