TRIBUNTRAVEL.COM - Sebagian besar maskapai penerbangan akan selalu memilih untuk terbang dengan rute nonstop dengan jadwal penuh, tetapi ini tidak terlalu memungkinkan pada rute sekunder.
Beberapa kota tidak memiliki populasi untuk membuat rute nonstop langsung yang menguntungkan maskapai penerbangan.
Inilah yang membuat sejumlah maskapai penerbangan melayani rute segitiga untuk meningkatkan jumlah penumpang mereka.
Istilah rute segitiga mungkin masih asing bagi traveler yang jarang bepergian menggunakan pesawat terbang.
Dilansir dari laman Simple Flying, Rabu (17/3/2021), rute segitiga sering melibatkan pemberhentian dua kali dalam perjalanan udara.
Baca juga: Serang Pramugari dan Buang Air Kecil di Pesawat, Penumpang Mabuk Didenda hingga Rp 3 Miliar
Jadi pesawat akan lepas landas dari kota keberangkatan dan terbang ke pemberhentian pertama.
Setelah mendarat, pesawat akan menurunkan penumpang dan mengambil penumpang baru sebelum menuju ke pemberhentian kedua.
Sesampainya di sana, pesawat kembali bongkar muat sebelum terbang kembali ke bandara semula.
Keuntungan Rute Segitiga
Seperti yang telah disebutkan tadi, bahwa rute segitiga ini menyediakan layanan yang lebih sering daripada yang biasanya tersedia.
Maskapai juga mendapatkan keuntungan karena membantu mereka mengangkut lebih banyak penumpang dengan menggabungkan dua rute pendek menjadi satu.
Sisi negatifnya bagi pelanggan adalah penumpang yang terbang ke perhentian kedua pesawat harus duduk dengan sabar dan menunggu sementara penumpang turun dan naik.
Selain itu, sisi negatif dari rute segitiga adalah sulitnya menyeimbangkan ketersediaan selama periode puncak perjalanan seperti saat Natal.
Rute Segitiga Meningkat Saat Pandemi
Sebelum Covid-19, dan penurunan besar-besaran penumpang, maskapai penerbangan di Amerika Serikat lebih suka mengoperasikan pesawat yang lebih kecil di rute sekunder mereka.
Baca tanpa iklan