Jangan membayangkan kamu duduk di tengah pasar, lokasi ini memiliki dua lantai yang semuanya bisa difungsikan.
Di lantai dua, kamu bisa mencicipi kopi dengan wedangan khas Solo, seperti sekoteng dan jahe, sembari menikmati pemandangan Solo dari atas Pasar Gede.
Selain itu, beberapa pengunjung terkadang memilih jalan-jalan malam dari mulai titik nol solo sampai di sekitar Tugu Jam Pasar Gede.
Namun jika berkunjung di masa pandemi, kamu tetap wajib mengikuti protokol kesehatan yang ada.
Pada pintu masuk dan beberapa sudut ruangan juga diawasi oleh pengelola pasar dan tempat makan.
Para penjaga akan mengingatkan kamu untuk tetap memakai masker dan tidak berkerumun selama berada di kompleks pasar gede.
Baca juga: Lenjongan Pasar Gedhe, Jajanan Pasar Khas di Kota Solo
3. Gedung Djoeang 45
Gedung Djoeang 45 menjadi satu wisata baru di Kota Solo yang menjadi favorit milenial karena instagramable.
Selain itu, nuansa patung-patung, bangku-bangku, dan lantai yang diselingi rumput sintetis menampilkan kesan kekinian dari tempat tersebut.
Selain itu, didukung dengan penerangan yang temaram, berpadu bangunan lawas bercorak Eropa, semua itu memberikan kesan eksotis Gedung Djoeang 45.
Tempat wisata malam ini berlokasi di Jalan Mayor Sunaryo, Kedung Lumbu, Kecamatan Ps. Kliwon, Kota Surakarta. Sebagai informasi, Gedung ini dulunya adalah dulunya merupakan bagian dari tata kota Belanda yang ada di Solo.
Kemudian, seiring berjalannya waktum Gedung Djoeang 45 direvitalisasi oleh pemerintah dan dijadikan destinasi wisata.
Bagi kamu yang berminat mengunjungi Gedung Djoeang 45, bisa menyambanginya pada pukul 17.00 hingga 21.00 WIB.
Namun, perlu diingat bahwa pengunjung wajib memakai masker dan melakukan pengecekan suhu badan sebelum masuk ke lokasi wisata.
Selain itu, akan ada patrol keliling oleh pengelola untuk memastikan pengunjung tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan.
Baca tanpa iklan