Joni menceritakan 2015 lalu, lokasi ini pernah menggelar kejuaraan nasional arung jeram.
Sejak saat itu hingga sebelum pandemi Covid-19, banyak wisatawan dalam dan luar negeri berkunjung, namun dalam dua tahun terakhir menurun drastis.
"Saat pandemi ini memang tingkat kunjungan ke lokasi ini menurun drastis. Kita hanya mengharapkan lokal saja yang datang itupun di saat weekend," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Joni mengakui akses jalan sepanjang 1 km sebelum tiba di lokasi ini masih tanah bebatuan belum beraspal mulus, karena mungkin daerah atau jalan perkebunan ini dibangun oleh pusat yakni Kementerian PUPR dengan bendungan Namu Sira-siranya.
"Prospek wisata di lokasi ini cukup menjanjikan. Hendaknya pemerintah daerah dan pusat berkolaborasi membangun infrastruktur memadai di kawasan ini," pungkas Joni. (akb/tribun-medan.com)
Baca juga: Krueng Jalin, Lokasi Arung Jeram di Aceh Besar yang Cocok untuk Pemula
Baca juga: 5 Wisata Alam Sumatera Utara yang Wajib Kamu Kunjungi, Nikmati Arung Jeram di Sungai Bah Bolon
Baca juga: 5 Tips Melakukan Arung Jeram, Jangan Takut Hadapi Arus Sungai yang Menantang
Baca juga: Arung Jeram Berujung Maut! 2 Orang Tewas Saat Rafting di Sungai Serayu, Begini Kronologinya
Baca juga: Nggak Bisa Renang? Tenang, Masih Bisa Wisata Arung Jeram dengan Mengikuti 5 Tips Ini
Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul "Explore Wisata Alam, Tawarkan Wisata Arung Jeram yang Cocok untuk Liburan Bersama Keluarga".
Baca tanpa iklan