Kamu yang mengalami keterbatasan bahan bisa menggunakan tepung sagu.
“Sebenarnya tidak ada perbedaan tekstur dari adonan dengan tepung sagu dan tepung tapioka tapi hanya mempengaruhi warna,” ujar Heru.
Warna cimol yang menggunakan tepung sagu akan lebih keruh dibanding cimol yang dibuat dari tepung tapioka.
3. Memasak saat api dingin dan kecil
Heru menjelaskan saat adonan cimol hendak digoreng, masukkan adonan dari api masih dingin.
Jangan masukkan cimol api saat panas, karena adonan akan cepat panas dan gampang meletup.
“Jadi saat minyak dingin dan saat digoreng menggunakan api yang kecil maka minyak akan masuk dalam adonan dan cimol akan matang dengan sempurna,” papar Heru.
Jika kamu langsung menggunakan api yang besar kemungkinan besar adonan akan meletus saat digoreng.
Adonan cimol di bagian permukaan akan cepat matang dibanding adonan dalam yang tidak matang.
Hal itu yang dapat memicu cimol bisa meletup. Lebih baik masukkan adonan saat minyak dingin dan gunakan api kecil.
Tunggu adonan sampai matang sempurna atau mengapung, lalu tiriskan.
4. Aduk adonan saat digoreng
Chef Heru juga menyarankan untuk mengaduk adonan cimol saat digoreng.
Langkah ini dilakukan agar adonan tidak menempel pada permukaan alat penggorengan.
“Sebenarnya itu perlu, aduk pelan-pelan adonan agar tidak menempel dipermukaan dasar wajan. Karena dengan proses masak seperti itu wajankan tidak panas jadi adonannya bisa menempel pada wajan,” jelas Heru.
Baca juga: Selain Bikin Kenyang Lebih Lama, Ini Alasan Buah Naga Cocok Jadi Camilan Diet
Baca juga: Resep Kolak Durian untuk Buka Puasa Ramadan, Tambahkan Ketan Agar Semakin Menggiurkan
Baca juga: Nasi Tempong Mbok Wah dan Rekomendasi 6 Kuliner Malam di Banyuwangi
Baca juga: Resep Pesmol Ikan Mas Khas Sunda, Raos Pisan Bakal Bikin Ketagihan
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Tips Sukses Membuat Cimol Anti Meledak ala Chef Hotel.
Baca tanpa iklan