Fenomena langka
Kepala Bidang Konservasi Sumberdaya Alam BKSDA Wilayah II Jawa Timur, RM Wiwied Widodo mengaku masih melakukan penyelidikan terkait kejadian itu.
Namun demikian, ia mengatakan terdamparnya satu koloni ikan paus di pantai tersebut merupakan fenomena langka.
Terlebih lagi, ikan paus merupakan mamalia laut yang diketahui memiliki sonar atau navigasi.
"Ini fenomena langka, biasanya yang terdampar di pantai hanya beberapa ekor, tapi ini sampai puluhan atau satu koloni. Kami sedang selidiki penyebabnya," katanya.
Ada beragam kemungkinan
Untuk melakukan penyelidikan terkait fenomena itu, BKSDA diberikan waktu tiga hari.
"Kami diberi waktu 3 hari untuk menjelaskan penyebabnya. Mohon ditunggu," ucap Widodo.
Saat ini, pihaknya mengaku sudah mengambil sampel pada paus yang terdampar itu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Karena peristiwa itu merupakan fenomena langka, Widodo mengaku ada beragam kemungkinan penyebabnya.
"Penyebabnya bisa beragam, dari gangguan sonar yang bisa berasal dari gangguan alam seperti gempa atau patahan bumi, atau bahkan mereka hanya mencari makan," terang dia.
Baca juga: Nelayan Thailand Temukan Muntahan Ikan Paus Seberat 7 Kilogram, Ditaksir Harganya Capai Rp 4 Miliar
Baca juga: Uniknya Museum di Norwegia, Bangunannya Dirancang Mirip Seperti Ekor Ikan Paus
Baca juga: Paus 65 Ton Mati Terdampar, Turis Diperingatkan Soal Peningkatan Aktivitas Hiu di Pantai
Baca juga: Kuburan Paus hingga Kapal Penuh Emas, Ini 10 Hal Teraneh yang Ditemukan di Gurun Pasir
Baca juga: Dikira Muntahan Ikan Paus, Ibu dan Anak Ini Bawa Pulang Granat Perang Dunia II, Apa yang Terjadi?
(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)
Baca tanpa iklan