Seorang mantan pramugara mengakui lebih sulit melayani penumpang kelas bisnis daripada penumpang kelas ekonomi.
Menurutnya, tipe penumpang terburuk adalah mereka yang terbang dengan tiket premium.
Simon J Marton merupakan mantan pramugara maskapai penerbangan British Airways dan penulis buku Journey Of A Reluctant Air Steward.
Marton mengungkapkan, orang-orang yang paling rentan terhadap kemarahan dan tuntutan memilih adalah mereka yang berada di kelas utama dan bisnis, atau anggota klub eksekutif maskapai.
Melansir Insider, Marton membagikan pengalamannya selama bekerja di dunia penerbangan dalam buku yang ia tulis.
Dalam bab keenam bukunya yang berjudul Passenger Psychology atau Psikologi Penumpang, Marton menuliskan: "Tipe orang yang paling menuntut dan terkadang menjijikkan, terlalu sering adalah penumpang kelas premium."
"Sederhananya, penumpang kelas bisnis, anggota klub eksekutif, frequent flyer, atau penumpang kelas utama," lanjutnya.
Meski begitu, lanjut Marton, tidak semua penumpang kelas premium seburuk itu.
Marton menekankan, sebagian besar penumpang kelas premium bersikap baik.
"Namun harus dikatakan, saya telah menyaksikan amukan terbesar dan perilaku memilih dari kalangan kelas ini (premium)," tambahnya.
Pengalaman ini pernah dirasakan Marton saat melayani penumpang premium yang merupakan seorang diva.
Diva itu terbang dari London, Inggris menuju St Petersburg, Rusia.
Ketika tidak mendapatkan makanan yang ia inginkan, penumpang itu mengatakan, "Oh sayang, British Airways tidak bekerja dengan baik hari ini, kan?"
Hal lain yang pernah dialami Marton adalah ketika melayani penumpang yang merupakan anggota kartu emas (gold card).
"Salah satu interaksi saya yang paling berkesan adalah dengan anggota kartu emas, Tuan S, yang bepergian dengan ibunya yang sudah tua ke Las Vegas," kata Marton mengawali ceritanya.
Baca tanpa iklan