"Mereka sangat dekat secara genetik dengan kita sehingga mereka bisa mendapatkan sebagian besar hal yang bisa kita dapatkan," katanya.
Ia menambahkan selain berisiko tertular COVID-19 , gorila juga berisiko tertular penyakit mematikan lainnya seperti influenza, ebola, dan bahkan flu biasa melalui manusia.
Dia mengatakan semua turis diminta menjaga jarak minimal 7 meter dari gorila.
Ia juga mengatakan analisis menunjukkan jarak semakin dekat dari waktu ke waktu.
Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan gorila liar telah terjangkit COVID-19.
Namun, pada Januari, delapan gorila dataran rendah barat yang tinggal di Kebun Binatang San Diego tertular virus.
Gorila gunung, subspesies dari gorila timur, terancam punah.
Tonton juga:
Populasi liar yang tersisa hidup di wilayah pegunungan gunung berapi yang sudah punah, berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo, Rwanda, dan Uganda.
Populasi liar diperkirakan lebih dari 1000, menurut World Wildlife Foundation.
Baca juga: Pramugari Beberkan Makna Rahasia di Balik Bunyi Dentingan saat Pesawat Take Off atau Landing
Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Tercatat Layani Dua Rute Penerbangan Tersibuk di Dunia Bulan Ini
Baca juga: Temuan Mengejutkan Para Ilmuwan, Ada Dunia Tersembunyi di Bawah Es Antartika
Baca juga: Pulau Banwol, Destinasi Wisata Serba Ungu yang Eksotis dan Instagramable di Korea Selatan
Baca juga: Bukan Toilet, Awak Kabin Ungkap Bagian-bagian yang Jadi Tempat Paling Kotor & Menjijikan di Pesawat
(TribunTravel.com/ Ratna Widyawati)
Baca tanpa iklan