Serangan pertama terjadi pada 12 Juni 2019 yang menyebabkan ledakan di aula kedatangan.
Sedangkan serangan kedua menewaskan seorang pria Suriah dan meluai 21 orang.
Serangan pada hari Rabu lalu terjadi setelah peningkatan upaya serangan oleh Houthi dalam beberapa pekan terakhir.
"Ini bukan serangan teroris pertama dari Houthi, karena kami tahuHouthi tidak mencari perdamaian," kata analis politik, Hamdan Al-Shehri kepada Arab News.
Ia mengatakan, serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah utusan khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths mengunjungi Taheran dengan harapan mencapai solusi politik untuk konflik tersebut.
Shehri mengatakan, ia yakin bahwa tidak mungkin mencapai solusi apapun ketika terlibat dengan Iran.
"Tidak ada gunanya negosiasi (dengan Houthi) dan kami juga meminta pemerintahan Biden untuk membuat mereka tetap terdaftar sebagai organisasi teroris," terang Shehri.
Serangan itu terjadi hanya selang beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat, Joe Biden mendeklasifikasi atau mencabut Houthi dari daftar organisasi teroris.
Pasalnya, Mantan presiden AS, Donald Trump menetapkan kelompok Houthi sebagai organisasi teroris sesaat sebelum ia meninggalkan jabatannya sebagai Presiden.
"Selama tiga minggu terakhir kami telah melihat banyak serangan dari pihak Houthi ke Arab Saudi dan juga Yaman dengan menggunakan rudal balistik dan drone," kata Shehri.
Koalisi Arab, termasuk Arab Saudi melakukan intervensi di Yaman pada tahun 2015 setelah Houthi menggulingkan pemerintahan Abdur Rabbuh Mansur Hadi dan mengumumkan bahwa Aden menjadi Ibu Kota Yaman menggantikan Shan'a.
Kelompok Houthi kemudian menguasai Yaman Utara, sebuah wilayah di mana mereka meluncurkan rudal dan drone ke kota-kota di Arab Saudi.
Baca juga: Bulan Ini, 3 Pesawat Ruang Angkasa Siap Mencapai Planet Mars
Baca juga: Pramugari ini Bagikan Jenis Penumpang Pesawat yang Kerap Dicari Saat Penerbangan
Baca juga: Pramugari Ungkap 5 Fakta tentang Penerbangan, Termasuk Jika Ada Penumpang Meninggal di Pesawat
Baca juga: Kesal Harus Tunggu 40 Menit, Pria Ini Beri Berita Bohong tentang Bom di Pesawat
Baca juga: Nelayan Ini Temukan Kapal Selam Drone yang Diduga Beroperasi dengan Misi Rahasia
Baca tanpa iklan