Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah, Ini Alasan di Baliknya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perayaan Tahun Baru Imlek yang identik dengan warna merah

Mitos makhluk buas

Salah satu versi lain mengenai warna merah yang dominan saat perayaan Imlek berkaitan dengan mitologi yang dipercayai oleh masyarakat Tionghoa.

Melansir Reader's Digest, 22 Januari 2019, legenda menyebutkan, warna merah pada saat Imlek bermula dari kepercayaan tentang Nian, seekor binatang buas yang akan meneror penduduk desa pada Tahun Baru, memakan tanaman, ternak, dan bahkan anak-anak.

Lampion berwarna merah (Leonard Wangsa /Pixabay )

Akan tetapi, penduduk desa mengetahui bahwa makhluk setengah banteng berkepala singa itu takut pada tiga hal, yaitu api, kebisingan, dan warna merah.

Akhirnya, Nian dapat dikalahkan oleh penduduk desa, dan sejak saat itu warna merah dianggap membawa keberuntungan dan rejeki bagi semua orang.

Oleh karena itu, warna merah dipakai saat Imlek, untuk melambangkan keberuntungan dan rasa suka cita karena telah mengalahkan Nian.

Baca juga: Makna dan Sejarah Tradisi Angpau, Amplop Merah Berisi Uang yang Ditunggu saat Perayaan Imlek

Baca juga: Berkunjung ke Lembang Park & Zoo saat Liburan Imlek 2021, Ini Aturan yang Harus Diketahui

Baca juga: Mulai Rp 100 Ribuan, Hotel Mewah di Pontianak ini Cocok untuk Libur Tahun Baru Imlek

Baca juga: Promo Imlek KFC, Paket 3 Nasi Ayam Cola & Puding Mulai dari Rp 99 Ribu, Kamu Juga Bisa Dapat Angpau!

Baca juga: Berburu Kue Keranjang Legendaris Khas 5 Daerah di Indonesia, Buat Perayaan Imlek Lebih Bermakna

Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Mengapa Imlek Identik dengan Warna Merah?