Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

TRIBUNTRAVEL UPDATE

TRIBUNTRAVEL UPDATE: Unik, Warung Ini Patok Harga Lebih Mahal Buat Pembeli yang Tak Habiskan Makanan

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warung Makan Pak Rudy yang berada di Godean RT 01 RW 15 Wirun, Mojolaban Sukoharjo saat ditemui TribunSolo.com Kamis (4/2/2021).

TRIBUNTRAVEL.COM - Sebuah warung makan di Sukoharjo memiliki aturan yang unik bagi para pembelinya.

Warung makan yang berlokasi di sudut Kabupaten Sukoharjo ini, memberlakukan harga yang lebih mahal bagi para pembeli yang tak menghabiskan makanan yang telah dipesan.

Karena aturannya ini, warung makan ini pun viral di media sosial.

Menurut laporan wartawan TribunSolo, Ilham Okatfian, warung makan Pak Rudy ini mematok harga Rp 5 ribu untuk satu porsi nasi sayur.

Namun, bagi pembeli yang tidak menghabiskan makanannya akan dikenai harga lebih mahal dan diminta membayar Rp 7 ribu.

Awal Mula Patok Harga Lebih Mahal

Rudy mengatakan, jika aturan denda ini mulai diterapkan sejak tahun 2017.

Baca juga: TRIBUNTRAVEL UPDATE: Mencicipi Lezatnya Sate Rembiga, Kuliner Khas Lombok yang Menggugah Selera

Awalnya ia merasa cukup prihatin dengan pembeli yang tidak menghabiskan makanannya.

"Aturan ini diberlakukan mulai tahun 2017, pemilik warung prihatin dengan pembeli yang tidak menghabiskan makanannya," kata Ilham.

Sang pemilik warung merasa prihatin sekaligus kasihan dengan koki dan karyawannya yang harus membuang sisa makanan tersebut.

Penampakan Dapur Warung Makan Pak Rudy di Godean RT 01 RW 15 Wirun, Mojolaban Sukoharjo Kamis (4/2/2021). (TRIBUNSOLOTRAVEL.COM/ILHAM OKTAFIAN)

Selain itu, sambung Rudy ada nilai keagamaan yang ia junjung, yakni dengan tidak membuat makanan dihambur hamburkan.

"Saya menauladani sunnah Rasulullah, kalau habis Insyallah barokah dan kalau tidak habis itu mubazir," ujarnya.

Rudy menegaskan jika yang ia berlakukan tersebut bukan denda, melainkan tolak ukur pembelinya.

"Kalau habis berarti ngambilnya sedikit dan bayarnya Rp 5000, kalau tidak habis berarti ngambilnya banyak berarti bayar Rp 7000," terangnya.

Halaman
12