Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mengenal Gereja Paroki Santo Simon Stock Gereja Legendaris di Kota Batu, Malang

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Gereja Paroki St. Simon Stock Batu, Malang

TRIBUNTRAVEL.COM - Kota Batu Malang merupakan satu wilayah di Jawa Timur yang kerap menjadi incaran wisatawan.

Tidak hanya terkenal dengan keindahan alamnya, Kota Batu juga memilike sejumlah landmark bangunan yang kaya akan sejarah.

Satu di antara bangunan bersejarah di Kota Batu adalah Gereja Paroki Santo Simon Stock, gereja tua yang sangat legendaris.

Sebelum tahun 1935, keadaan Paroki Batu yang berjarak 18 Km dari Kota Malang sungguh memprihatinkan.

Waktu itu, umat Katolik di Kota Batu hanya dilayani secara tidak teratur oleh romo-romo Karmelit dari Kota Malang.

Keadaan ini berlangsung hingga penggalan tahun 1935, ketika Romo Wouters diangkat menjadi Pastor pertama di kota dingin ini.

Baca juga: 8 Tempat Sarapan di Malang dan Kota Batu, Mulai Sate Hotplet hingga Pecel Kawi

Ada peran Uskup Malang Mgr Aej Albers OCarm dalam sejarah perjalanan Gereja Paroki.

Peran Mgr Albers sebagai Uskup Malang yang pertama, sangat besar bagi keberadaan Paroki Batu.

Pada 23 November 1935, Mgr Albers memberkati biara dan sekolah milik Suster Sang Timur.

Romo Bernard Teguh Kusdarmanto OCarm dari Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Batu mengemukakan, waktu itu, gedung khusus untuk umat beribadat belum ada.

TONTON JUGA:

Gedung sekolah pun belum terwujud, masih angan-angan.

“Jalan pintas pun ditempuh. Untuk sementara waktu Biara Suster dipakai untuk sekolah dan pada hari Minggu fungsinya berubah menjadi sebuah Gereja,” ujarnya.

Umat Katolik saat itu hanya berasal dari satu golongan saja, yakni orang Belanda.

Belum ada orang pribumi yang menggabungkan diri, kendati tak dapat disangkal bahwa banyak anak-anak non Katolik yang mulai ikut Misa Kudus, sehingga lama-kelamaan ada di antara anak-anak itu yang berkeinginan dibaptis.

Halaman
123