Identifikasi Lumpur
Mumi berlumpur merupakan hibah dari Sir Charles Nicholson, seorang politikus Inggris-Australia yang menyumbangkannya ke University of Sydney pada tahun 1860.
Namun peneliti baru merasa ada yang tak biasa pada mumi ketika melakukan pemindaian tahun 1999 lalu.
Untuk menyelidikinya, peneliti mengekstraksi beberapa sampel dan barulah mereka menemukan bahwa mumi mengandung campuran lumpur berpasir.
Tim kemudian melakukan pemindaian ulang pada tahun 2017.
Mereka menemukan detail yang sebelumnya tak diketahui terutama ketika memeriksa ulang secara kimiawi fragmen lumpur.
Setelah dia meninggal, wanita itu dimumikan dan dibungkus dengan tekstil.
Kemudian, jenazahnya, termasuk lutut kiri dan kaki bagian bawah dirusak kemungkinan oleh perampok makam.
Namun setelah itu ada yang memperbaikinya, membungkusnya ulang dengan lumpur.
Siapapun yang memperbaikinya, peneliti menyebut kalau itu melalui proses yang sulit.
Seperti menempatkan adonan lumpur, pasir, dan jerami di antara lapisan pembungkus kain.
Lumpur juga diapliksikan saat masih lembab dan lentur.
"Ini adalah penemuan yang benar-benar baru dalam mumifikasi Mesir. Studi ini membantu memberikan gambaran yang lebih besar tentang bagaimana orang Mesir kuno memperlakukan dan mempersiapkan jenazah," ungkap Sowada.
Baca juga: Arkeolog Temukan Ukiran Burung Elang Emas Berusia 600 Tahun di Kuil Kuno Meksiko
Baca juga: Arkeolog Israel Temukan Kain Ungu Berusia 1.000 SM yang Diyakini Pernah Dipakai Raja Daud
Baca juga: Arkeolog Temukan Kerangka Balita dan Anjing di Makam Kuno Berusia 2.000 Tahun
Baca juga: Arkeolog Temukan 6.500 Koin Perak dan Cincin Emas Langka di Ladang Jagung
Baca juga: 10 Penemuan Arkeolog Terbesar Sepanjang Tahun 2020, Ada Kerangka Mamut Berusia 20.000 Tahun
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mumi Aneh Ditemukan, Terbungkus Lumpur yang Keras".
Baca tanpa iklan