Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

7 Hal Ini Pantang Dilakukan Saat Naik Gunung, Termasuk Meremehkan Medan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Merayakan kemerdekaan RI dengan mendaki gunung.

Kebanyakan gunung di Indonesia, merupakan kawasan yang dipercaya sebagai tempat keramat.

Kearifan masyarakat sekitar sebenarnya bermanfaat untuk menjaga gunung tetap lestari dan mengajarkan bagaimana kita menghargai alam.

Salah satu bentuk kearifan lokal yang masih sering disepelekan para pendaki adalah larangan berkata kotor ketika berada di gunung.

4. Membawa tisu basah

Tisu Basah merupakan salah satu benda yang dilarang dibawa saat mendaki gunung.

Pasalnya tisu basah memiliki kandungan plastik yang sulit untuk terurai.
Padahal tisu basah juga menjadi sampah yang paling sering ditemukan ketika mendaki gunung.

5. Mengambil sesuatu selain gambar dan meninggalkan sesuatu selain jejak kaki

Tiga kredo yang sebaiknya diingat selalu oleh para pendaki adalah 'Jangan Mengambil Sesuatu Selain Gambar, Jangan Meninggalkan Sesuatu Selain Jejak Kaki dan Jangan Membunuh Apapun Selain Waktu'.

Maksudnya, adalah supaya para pendaki tak meninggalkan sampah ketika di Gunung, mengangkutnya kembali pulang.

6. Membuat perapian

Saat mendaki gunung, membuat perapian kerap digunakan sebagai salah satu upaya untuk menghangatkan badan.

Namun sebenarnya membuat perapian sangat tidak disarankan terutama ketika memasuki musim kemarau.

Hal ini untuk menghindari terjadinya kebakaran yang bisa saja terjadi terutama saat kemarau di mana alam cenderung kering dan mudah terbakar.

7. Minum minuman beralkohol

Salah satu alasan para pendaki membawa minuman beralkohol saat ke gunung adalah untuk menghangatkan badan.

Padahal kehangatan yang muncul dari meminum alkhol hanyalah sementara.

Halaman
123