Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Ikuti Gerakan 'Jateng di Rumah Saja', Candi Borobudur Tutup Kunjungan Wisatawan Selama 2 Hari

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Candi Borobudur

TRIBUNTRAVEL.COM - PT Taman Wisata Candi (TWC) memutuskan untuk menutup sementara destinasi wisata Candi Borobudur menyusul gerakan 'Jateng di Rumah Saja'.

Penutupan sementara ini akan berlangsung selama dua hari yakni pada tanggal 6-7 Februari 2021.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris PT TWC, Emil Eny Utari yang mengatakan, "Tentunya kami akan mengikuti sesuai ketentuan yang sudah dikeluarkan Gubernur Jawa Tengah selama dua hari yakni dari tanggal 6-7 akan ditutup sementara."

Emil menyatakan, pihaknya tidak hanya melakukan penutupan saja pada destinasi wisata itu.

Baca juga: Destinasi Wisata Ditutup Selama Jateng di Rumah Saja Berlangsung, Ini Ketentuan Lengkapnya

Melainkan sesuai dengan instruksi yang ada dalam surat edaran Pemprov Jateng, PT TWC juga akan melakukan pembersihan di area Borobudur guna mencegah penyebaran Covid-19.

Stupa di Candi Borobudur (unsplash.com/@findracadabra)

"Bukan berarti tutup begitu saja ya, tapi kami tetap menjalankan untuk pembersihan semua fasilitas kami selama dua hari itu, supaya kondisinya tetap steril dan selama dua hari itu kami juga benar-benar tidak akan menerima kunjungan. Nanti pemberitahuannya akan segera dibuat," kata dia.

"Selain pembersihan fasilitas, para karyawan nanti juga kami anjurkan untuk aktivitas seperti olahraga agar mereka juga senantiasa bugar ya. Jadi seperti anjuran dari pemerintah," lanjutnya.

PT TWC disebut Emil juga masih akan melakukan pembahasan terhadap penutupan sementara di salah satu candi yang juga berada di bawah naungannya yakni Prambanan.

Sebab, Emil menyatakan bahwa sebagian dari wilayah Candi Prambanan juga masuk ke area Jawa Tengah.

"Masih dibahas, mungkin nanti akan kami infokan lagi," ujarnya.

Emil menambahkan, sama seperti destinasi wisata lainnya, kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur juga anjlok di masa pandemi ini.

Namun demikian, pihaknya tetap akan mengikuti ketentuan dan juga aturan dari pemerintah guna memutus penyebaran Covid-19.

"Semuanya memang di bawah target kan, karena memang kami melihat bahwa kondisinya memang tidak bagus sekarang ini. Tapi kami tetap mendukung pemerintah untuk bagaimana bisa menghentikan penyebaran Covid-19," katanya.

Borobudur yang dikenal kerap menjadi magnet bagi wisatawan asing maupun domestik itu bahkan pernah hanya dikunjungi oleh 200 orang saja dalam satu hari saat pandemi.

Jumlah itu menurut Emil merupakan catatan terburuk yang pernah dialami pihaknya selaku pengelola.

Halaman
12