"Protein, seng dan zat besi sama saja, mau medium, rare atau well done," kata Tan.
Dia menyebutkan, yang menjadi masalah pada steak adalah jika proses pemasakan membuatnya menjadi gosong.
"Area-area gosong yang justru disukai karena rasanya itu, berisiko karsinogen karena heterosiklik amino," ujar dia.
Tan juga meluruskan bahwa warna merah pada daging yang dimasak tidak matang sempurna bukanlah darah, melainkan myoglobin.
"Darah (blood) tidak sama dengan meat juice, alias myoglobin, protein daging yang memang tidak terdenaturasi apabila tidak matang," kata dia.
Tan mengatakan, myoglobin mempunyai pigmen kemerahan sebab fungsinya mentransfer oksigen ke seluruh jaringan otot.
Itu sebabnya proses pemasakan menjadikan warna myoglobin menjadi coklat.
Cara memasak yang lebih sehat
Tan menambahkan, sebenarnya ada cara yang jauh lebih sehat dalam memasak daging ketimbang mengolahnya menjadi steak.
"Lebih baik lagi bukan berupa steak. Indonesia punya cara masak tradisional yang jauh lebih sehat," kata Tan.
"Di kita, bisa dibuat rawon, pindang, kalio, gulai, soto, dan masih banyak lagi. Ini semua tidak ada risiko daging gosong," kata dia.
Baca juga: Kelakuan Buruk Penumpang Pesawat Paling Viral 2020, Tak Kenakan Masker hingga Masak Steak di Toilet
Baca juga: Sultan Steak Malang, Tempat Makan Steak Murah ala Sultan, Harga Seporsi Mulai dari Rp 10 Ribu
Baca juga: Sultan Steak Malang, Tempat Makan Steak Enak Harga Murah Mulai Rp 10 Ribuan
Baca juga: Viral Video TikTok Penumpang Masak Steak di Toilet Pesawat, Ini Tanggapan Maskapai Penerbangan
Baca juga: Resep Gravy Sauce Sederhana untuk Disiram pada Steak dan Ayam Panggang
Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul Apakah Steak Medium Rare Aman Dikonsumsi?
Baca tanpa iklan