Tentunya dengan bumbu yang khas dengan resep asli Bu Larmi.
Konon, Lumpia Bu Larmi telah beroperasi sejak tahun 1991.
Bu Larmi adalah nama pemiliknya, warga yang juga tinggal di Dongkelan RT 6.
Saat ini, usaha tersebut dilanjutkan oleh sang anak.
Ditemui Tribunjogja.com di lokasi, anak keempat Bu Larmi, Edy Susanto (38), mengatakan usaha tersebut kini dilanjutkan olehnya dan beberapa anggota keluarga lain.
"Yang masak saya. Bu Larmi ada di rumah, masih suka nyicipi (lumpia) kalau ada bumbu yang kurang," kata Edy, Sabtu (23/1/2021).
Menurut Edy, saat awal berjualan hingga beberapa tahun lalu, Lumpia Bu Larmi berlokasi di seberang jalan lokasi saat ini.
Namun, kemudian diminta pindah oleh pemilik tempat.
Ia mengaku, telah ikut berjualan dengan sang ibu sejak masih bujang.
Lumpia Bu Larmi buka tanpa hari libur, yakni, Senin-Minggu, pukul 16.00-20.00 WIB.
"Saat lebaran tutup. Saat awal corona kemarin kami tidak buka hari Minggu, tapi hanya selama 4 bulan. Karena enggak enak sama yang lain," tutur Edy.
Sebagai satu dari beberapa kuliner legendaris di Jogja, menurut Edy, banyak pula pelanggan setia lumpianya yang berasal dari luar kota.
"Ada yang dari Jakarta, Surabaya. Kalau liburan mampir ke sini," tambahnya.
Baca juga: Ketahui Beda 5 Jenis Kulit Lumpia, Selain Kulit Lumpia Semarang yang Tipis dan Renyah saat Digoreng
Baca juga: Tips Membuat Kulit Lumpia Teflon Agar Tidak Mudah Robek dan Teksturnya Lembut
Baca juga: Lumpia Bogor, Sate Sumsum Pak OO dan 8 Kuliner Enak di Bogor dengan Harga Terjangkau
Baca juga: 9 Kuliner Legendaris di Semarang, Mulai Lumpia Gang Lombok hingga Es Puter Cong Lik
Baca juga: Resep Cheese Stick Kulit Lumpia Enak dan Kriuk, Cocok Buat Teman Ngopi Sore Hari
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul "Mencicipi Lezatnya Lumpia Bu Larmi Dongkelan, Terjual Ribuan Porsi Sehari".
Baca tanpa iklan