"Sejumlah besar merasa tidak aman tentang pekerjaan mereka, semakin banyak yang berencana mencari peran baru tahun ini serta banyak yang merasa kurang dihargai oleh majikan mereka."
Seiring perkembangan dan distribusi vaksin COVID-19 yang memicu harapan untuk masa depan, kru maskapai penerbangan berada dalam posisi yang tidak pasti untuk saat ini.
Scott Kirby, CEO United Airlines, baru-baru ini mengatakan bahwa dia mempertimbangkan untuk mewajibkan vaksin untuk semua karyawan.
Pesaing Delta, American dan Southwest, sementara itu, telah menyarankan bahwa mereka akan memberikan vaksin gratis untuk staf mereka, jika memungkinkan.
TONTON JUGA:
Seorang penumpang dilarang naik pesawat karena berpakaian terbuka
Seorang penumpang wanita dilarang naik pesawat karena cara berpakaiannya yang dinilai salah.
Catherine Bampton (23) dari Australia, saat itu akan naik pesawat Virgin Australia dari Adelaide.
Dalam jadwal penerbangannya itu, dia memakai setelah kekinian yakni atasan berleher halter dan celana panjang.
Namun, sebelum terbang dia dihentikan dan dilarang naik ke pesawat.
Kru maskapai mengatakan pada Bampton bahwa dia dilarang naik pesawat oleh pilot.
Bampton menjelaskan, "Dia (kru maskapai) mengatakan kepada saya di depan semua orang bahwa pilot menolak saya untuk naik pesawat karena pakaian yang saya pakai ini."
"Saya sangat shyok dan sangat bingung karena pakaian saya tidak terlalu terbuka. Tapi itu sangat memalukan dan benar-benar memalukan."
Ketika Bampton bertanya apa ada yang salah dengan pakaiannya, Bampton diberi tahu kalau "pilot tidak suka ketika orang menunjukkan bagian kulit tubuhnya terlalu banyak" alias terlalu terbuka.
Staf maskapai itu menambahkan, "Saya bertanya padanya, apakah anda tidak bisa menunjukkan lengan dan punggung anda dan dia tidak tahu harus menjawab apa."
Baca tanpa iklan