Kesabarannya menunjukkan pandangan empati terhadap komunitas global.
"Kami tahu ada banyak negara yang berada dalam situasi yang jauh lebih mengerikan daripada Selandia Baru. Memang benar bahwa mereka diprioritaskan karena risiko kehilangan nyawa yang lebih tinggi," kata Arden.
Tak seperti negara lain yang menuntut dosis, Ardern mencatat strategi peluncuran mereka akan berbeda.
"Selandia Baru sedikit berbeda dengan negara lain. Banyak negara lain memprioritaskan orang lanjut usia dan mereka yang bekerja di bidang perawatan kesehatan, namun warga yang paling berisiko di Selandia Baru adalah pekerja perbatasan kami," tambahnya.
Sementara pengiriman vaksinasi pertama akan tiba dalam kuartal pertama 2021, populasi umum kemungkinan tidak akan memulai proses sampai pertengahan tahun, lapor The Guardian.
Itulah sebabnya perkiraan untuk membuat perbatasan dibuka kembali masih sangat jauh.
"Saya tahu aturan perbatasan kami sangat ketat, tapi itu untuk menjaga keamanan semua orang. Dan itu akan berlanjut dalam waktu dekat," kata Arden.
Baca juga: Remaja di Selandia Baru Tewas Akibat Serangan Hiu, Jadi Kasus Pertama dalam 8 Tahun Terakhir
Baca juga: Potret Uniknya Bandara Gisborne Selandia Baru, Ada Jalur Kereta Api Melintas di Tengah Landasan Pacu
Baca juga: Uniknya Gerai McDonalds di Selandia Baru, Pelanggan Bisa Makan Big Mac di Dalam Pesawat
Baca juga: Resep Kue Manja, Kue Asal Selandia Baru yang Mudah Dibuat
Baca juga: Lokasi Syuting Film Lord of The Rings di Selandia Baru Dibuka Kembali Setelah Tutup 11 Tahun
(TribunTravel.com/Muhammad Yurokha M)
Baca tanpa iklan