Begitulah, pada 1988, Thomspan mendapati dirinya ditugaskan untuk menemukan harta karun yang hilang.
Sayangnya bagi investor, Thompson justru menyembunyikan harta karun yang seharusnya mereka dapatkan.
Bagaimana Pemburu Harta Karun Ini Berakhir Di Balik Jeruji
Ketika ia ditemukan oleh Marsekal AS pada Maret 2015 karena melewatkan tanggal persidangannya dengan investor, Tommy Thompson menyetujui kesepakatan pembelaan dan kemudian dijatuhi hukuman dua tahun dan denda.
Kesepakatan Thompson mengharuskan dia untuk menjawab pertanyaan spesifik mengenai harta karun itu dengan imbalan keringanan hukuman.
Sesi tertutup ini menuntut agar dia "membantu" pihak yang berkepentingan untuk menemukan koin emas itu.
Meskipun mendapat tekanan yang luar biasa, Thompson menolak untuk melakukannya sampai hakim federal Algenon Marbley menganggapnya menghina pengadilan.
Keputusan itu pada 15 Desember 2015, datang dengan perintah untuk tetap di penjara dan membayar denda USD 1.000 setiap hari sampai dia memberikan informasi apa pun yang akan mengarah pada penemuan koin.
Meski hukuman yang diterimanya berat, Thompson sejak itu selalu mengatakan jika dirinya lupa di mana dia meletakkan emas itu.
"Dia membuat paten untuk kapal selam, tapi dia tidak ingat di mana dia meletakkan jarahannya," ejek Hakim Marbley selama sidang 2017.
Pada Oktober 2020, Thompson mengaku tidak tahu apa-apa.
Dia mengaku menderita sindrom kelelahan kronis, yang secara aneh memengaruhi ingatan jangka pendeknya, tetapi hal ini dianggap tidak relevan oleh hakim.
"Yang Mulia, saya tidak tahu apakah kita sudah melewati jalan ini sebelumnya atau tidak, tapi saya tidak tahu di mana yang diceritakan itu," katanya. "Saya merasa seperti saya tidak memiliki kunci kebebasan saya."
Kasusnya Tetap Dalam Jalan Buntu dan Harta Karun Masih Belum Ditemukan
Dengan tidak ada pihak yang menyerah, Thompson tetap di penjara federal di Milan, Michigan.
Baca tanpa iklan