Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Fanjingshan, Kuil Kembar di Puncak Gunung Suci Terbelah yang Dikelilingi Pemandangan Menakjubkan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kuil Fanjingshan di puncak gunung Fanjing

TRIBUNTRAVEL.COM - Gunung Fanjing, di pegunungan Wuling China barat daya, bisa dibilang sebagai tempat dengan pemandangan paling indah di planet ini.

Di sana terdapat dua kuil kecil yang dibangun di atas puncak menara batu yang terbelah.

Kedua kuil itu dihubungkan oleh jembatan melengkung, menghadap ke "surga alam" yang menakjubkan.

Bertengger di puncak menara batu alam yang dikenal sebagai the Red Clouds Golden Peak atau Puncak Emas Awan Merah, dua kuil Buddha ini memiliki sejarah panjang selama 500 tahun ketika Dinasti Ming.

Pertanyaannya, bagaimana umat Buddha membawa bahan material untuk membangun kuil di atas puncak gunung ini?

Mengingat pada masa itu belum ada teknologi modern.

Hingga saat ini, keberadaan kompleks bangunan kuil ini masih menjadi misteri.

Meski telah dibangun kembali, namun tidak ada yang berubah dari kuil ini dan masih sesuai dengan tampilan aslinya.

Hanya beberapa bagian saja diganti dengan bahan yang lebih kuat seperti ubin besi karena lokasinya yang berada di ketinggian dengan angin cukup kuat.

Di puncaknya berdiri dua kuil terpisah yang dihubungkan oleh jembatan melengkung kecil yang menggantung di atas Ngarai Pedang Emas yang curam.

Kuil Buddha didedikasikan untuk Sakiymuni, yang mewakili masa kini, dan Kuil Maitreya didedikasikan untuk Maitreya, penerus Sakiymuni, yang mewakili masa depan.

Untuk menikmati keindahan surgawi ini, pengunjung harus menaiki lebih dari 8.000 anak tangga untuk mencapai Kuil Buddha di sisi selatan kompleks candi.

Kuil Fanjingshan di puncak gunung Fanjing (XinMedia)

Baru kemudian dapat berjalan melintasi jembatan untuk mengunjungi Kuil Maitreya di sisi utara.

Saat Anda mendaki ribuan anak tangga di tepi tebing, pengunjung akan dibuat kagum dengan prasasti kuno dari dinasti Ming (1368-1644) dan Qing (1644-1911).

Tempat ini mengekspresikan penghormatan terhadap gunung suci oleh penduduk setempat yang mengunjungi tempat ini berabad-abad yang lalu.

Halaman
12