TRIBUNTRAVEL.COM - Pihak berwenang Jerman berhasil melacak dan menemukan lukisan surealis senilai USD 340.000 setara Rp 4,8 miliar dari tempat sampah daur ulang bandara.
Menurut outlet berita Jerman Deutsche Welle, karya seni berharga itu hampir berakhir di tempat pembuangan sampah.
Di mana seorang pengusaha tak dikenal yang bepergian ke luar negeri lupa membawa lukisan itu ke pesawat bersamanya.
Lukisan itu adalah karya otentik tanpa judul karya surealis Prancis abad ke-20, Yves Tanguy.
Seorang seniman otodidak, Tanguy dikenal karena pemandangan surealisnya seperti Le Ruban des excès dan The Ribbon of Excess (1932).
Sebelum menjadi pelukis ulung, Tanguay bertugas di militer Prancis dan bekerja serabutan.
Dia mendapatkan pertunjukan solo pertamanya pada 1927 di Galerie Surréaliste di Paris, lapor smithsonianmag.
Setahun kemudian, karyanya disandingkan dengan pelukis terkenal lainnya seperti André Masson, Pablo Picasso, dan Salvador Dalí.
Pemilik lukisan Tanguy itu berencana membawa lukisan berharga itu dalam penerbangannya dari Düsseldorf ke Tel Aviv, Israel.
Karya seni, yang berukuran 16 kali 24 inci dan bernilai 280.000 euro, dikemas di dalam kotak karton tipis untuk melindunginya selama penerbangan.
Tetapi pemiliknya secara tidak sengaja meninggalkan kotak berisi lukisan itu di konter check-in.
Ketika dia menyadari bahwa dia telah melupakan karya seni itu, sudah terlambat, melansir dari allthatsinteresting.
Pria itu segera menghubungi pihak berwenang Jerman setibanya di Israel, tetapi mereka tidak dapat menemukan lukisan itu.
Peruntungannya berbalik setelah keponakannya naik penerbangan dari Belgia ke Düsseldorf, di mana dia menghubungi polisi di kantor polisi dekat bandara mengenai lukisan pamannya yang hilang.
Kasus tersebut diambil oleh inspektur Michael Dietz, yang menghubungi perusahaan pembersih yang bekerja dengan bandara.
Baca tanpa iklan