Bagian itu pula yang bisa menunjukkan bahwa dinosaurus itu bergerak dengan dua kaki.
"Struktur ini juga terkait dengan kontrol keseimbangan dan gerakan mata dan leher, menunjukkan bahwa Thecodontosaurus relatif gesit dan bisa menjaga pandangan stabil saat bergerak cepat," kata Ballell.
"Analisis kami menunjukkan bagian otak yang terkait dengan menjaga kepala tetap stabil dan mata serta pandangan yang stabil selama gerakan berkembang dengan baik. Ini juga bisa berarti Thecodontosaurus kadang-kadang dapat menangkap mangsa, meskipun morfologi giginya menunjukkan tumbuhan adalah komponen utama makanannya. Bisa jadi itu mengadopsi kebiasaan omnivora,” imbuhnya.
Para ahli juga merekonstruksi telinga bagian dalam dinosaurus, lalu mereka memperkirakan bahwa Thecodontosaurus memiliki frekuensi pendengaran yang tinggi, yang memungkinkannya untuk mengenali suara yang dibuat oleh hewan lain.
Mereka juga bisa menunjukkan bahwa spesiesnya memiliki semacam kompleksitas sosial.
Penelitian tersebut dipublikasikan di Zoological Journal of the Linnean Society.
Baca juga: Bocah Ini Temukan Fosil Dinosaurus Berusia 69 Juta Tahun saat Mendaki Bukit
Baca juga: Viral di Medsos, Wanita Naiki Leher Patung Dinosaurus di Changi Jurassic Mile Dikecam Warganet
Baca juga: Sedang Liburan Keluarga, Bocah 5 Tahun Temukan Jejak Kaki Dinosaurus Berusia 130 Juta Tahun
Baca juga: Kerangka T-Rex Pecahkan Rekor Lelang Dinosaurus, Terjual Rp 469 Miliar
Baca juga: Mainan Dinosaurus hingga Tongkat Golf, Ini Sejumlah Benda Aneh yang Dibawa Astronaut ke Bulan
(TribunTravel.com/Nurul Intaniar)
Baca tanpa iklan