Proses fermentasi ini tanpa menggunakan cuka melainkan air garam berbumbu bawang putih, adas manis, dan lada Sichuan.
Biasanya juga ditambah cabai utuh.
Semua bahan disamukkan ke dalam stoples untuk difermentasi selama 1-2 minggu pada suhu ruang.
Pao cai disajikan sebagai makanan pendamping.
3. Tempoyak khas Melayu
Durian bukan hanya dimakan begitu saja, melainkan juga difermentasi menjadi tempoyak.
Daging durian matang dicampur sedikit garam, kemudian disimpan pada suhu ruang sampai terfermentasi.
Tempoyak adalah makanan khas Melayu yang dapat ditemukan di Indonesia khususnya Sumatera dan Kalimantan serta Malaysia.
Durian fermentasi ini berfungsi sebagai bumbu masakan misalnya gulai ikan patin tempoyak.
4. Tsukemono khas Jepang
Orang Jepang biasanya menyajikan tsukemono sebagai makanan pendamping nasi dan sup miso.
Tsukemono adalah sayuran yang difermentasi dengan garam, air garam, atau sekam padi (nuka).
Sayuran yang biasa dipakai adalah kubis, sawi putih, timun, terong, lobak, daikon, wortel, dan jahe. Biasanya dalam satu resep menggunakan 1-2 sayuran.
Selain itu, ditambah juga dengan cabai merah kering dan kombu.
5. Jiang gua khas Taiwan
Baca tanpa iklan